ATAMBUA – Bupati Belu, Willybrodus Lay, resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu. Pelantikan berlangsung di Gedung Wanita Bete Lalenok, Jumat (8/5/2026).

Pelantikan tersebut mencakup sejumlah organisasi perangkat daerah strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Dalam arahannya, Bupati Willy Lay menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik sekaligus menegaskan besarnya tanggung jawab yang kini diemban.

Menurutnya, pelayanan publik di Kabupaten Belu saat ini sudah berjalan baik, namun masih harus terus ditingkatkan dan disempurnakan agar mampu menjadi yang terbaik di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia bagian timur.

“Kalian terpilih karena punya rekam jejak dan kemampuan yang hebat. Jadilah pemimpin yang inspiratif, penyelesai masalah, dan bukan menjadi bagian dari masalah itu sendiri. Kalian wajib mendukung penuh visi dan misi kami, dan target kita jelas: pelayanan publik Belu harus menjadi yang terbaik di NTT, bahkan di Indonesia bagian timur,” tegas Willy Lay.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam bekerja. Menurutnya, setiap pimpinan OPD harus mampu menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jika tidak ada inovasi, maka kinerja akan dipantau langsung oleh Wakil Bupati Belu.

Selain itu, Bupati Belu mewajibkan seluruh pejabat membuat memori jabatan, tidak hanya untuk pejabat eselon II tetapi juga eselon III dan IV. Dokumen tersebut wajib diserahkan saat serah terima jabatan guna memastikan keberlanjutan program dan data pemerintahan tetap terjaga.

Dalam kesempatan itu, Willy Lay juga menyoroti ancaman kekeringan akibat prediksi fenomena El Nino yang diperkirakan lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Ia meminta Dinas Pertanian dan seluruh jajaran terkait segera melakukan pemetaan sumber air, embung, dan wilayah rawan kekeringan sebagai langkah antisipasi dini.

READ  Bangun Generasi Beriman dan Peduli Alam, IAKN Kupang Gelar PKM di SMTK Oelbubuk

“Semua harus bergerak bersama. Kita tidak boleh terlambat mengantisipasi dampak kekeringan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati Belu turut menyoroti penataan Pasar Baru agar lebih tertib dan representatif. Ia meminta pengawasan dilakukan secara persuasif bersama pihak kepolisian agar para pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan.

Di sektor kebersihan, Willy Lay menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan segera memasang papan larangan membuang sampah sembarangan di jalan protokol lengkap dengan sanksi tegas. Ia juga meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan mulai mengedukasi budaya hidup bersih sejak dini di sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kebersihan bukan tanggung jawab dinas saja, tapi tanggung jawab kita semua. Mulai dari anak sekolah, fasilitas kesehatan, hingga jalan raya, semua harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Belu, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Plh Sekretaris Daerah, para asisten, staf khusus Bupati Belu, pimpinan OPD, rohaniawan, serta perwakilan ASN.

Adapun delapan pejabat yang dilantik yakni:

  • Aloysius Mikhael Fahik sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga;
  • Petrus Alkantara Tribambang Manek sebagai Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
  • Vinsensius Mau sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Belu;
  • Onfinus Kote sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

    Bathseba Elena Corputty sebagai Kepala Dinas Kesehatan;

  • Silvia Celeste Do Amaral sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan;
  • Maximus Mali sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan;
  • Antonius Stefanus Klau sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.(Sys/ST).

Most Popular