SOE, TTS – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Farel Januar Koy, siswa asal SMP Negeri 1 Soe, berhasil lolos Pantukhir SMA Taruna Nusantara angkatan ke-37 setelah melewati serangkaian seleksi ketat tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa anak daerah juga mampu bersaing dan meraih kesempatan di sekolah unggulan nasional melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Farel berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Triyanto Yohanes Koy dan ibunya, Honcy Ernesta Nomeni merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dukungan keluarga dan doa menjadi kekuatan utama bagi Farel dalam menjalani proses seleksi yang panjang dan penuh tantangan.
Dalam perjalanannya, Farel mengaku mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh setiap hari. Ia terus melatih disiplin, mental, dan kemampuan akademik demi mewujudkan impiannya menjadi bagian dari SMA Taruna Nusantara.
“Perjalanan menuju tahap ini penuh dengan doa, latihan, dan usaha. Walaupun ada berbagai halangan, saya tetap mencoba percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik,” ungkap Farel kepada media ini, Jumat (15/5/2026).
Sambil menunggu hasil seleksi SMA Taruna Nusantara, Farel juga mengikuti seleksi SMA Unggul Garuda dan berhasil lolos hingga tahap kedua untuk mengikuti tes wawancara.
Namun momen penuh haru terjadi setelah dirinya menyelesaikan wawancara SMA Unggul Garuda. Sekitar tiga jam kemudian, pengumuman Pantukhir SMA Taruna Nusantara diumumkan dan Farel dinyatakan lolos.
Dengan penuh rasa syukur, ia kemudian memutuskan mengundurkan diri dari proses seleksi SMA Unggul Garuda sebelum hasil wawancara diumumkan. Keputusan itu diambil karena keyakinannya untuk melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Bagi Farel, mengikuti seleksi bukan hanya soal lolos atau tidak, tetapi juga tentang proses membentuk karakter dan mental.
“Seleksi ini mengajarkan saya tentang disiplin, kerja keras, mental, dan keberanian untuk mengejar cita-cita,” ujarnya.
Ia berharap kisah perjuangannya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya, khususnya di Nusa Tenggara Timur, agar tidak takut bermimpi besar dan terus berusaha meraih masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan Farel kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Timor Tengah Selatan. Dari TTS menuju Magelang, Farel membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi besar.(Sys/ST).

