KUPANG – Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Kupang Yosef Lede terus berupaya mencari solusi permanen atas persoalan kelangkaan dan minimnya fasilitas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Amfoang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan BBM akibat belum tersedianya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Amfoang pesisir.
Melalui jajarannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus menangani persoalan sesaat, tetapi juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang agar masalah distribusi BBM di wilayah tersebut tidak terus berulang.
Sebagai bentuk keseriusan, sejak 13 Juni 2025 lalu, Pemkab Kupang telah mengirimkan surat resmi kepada BPH Migas di Jakarta untuk mengusulkan Kecamatan Amfoang Utara sebagai lokasi resmi penyaluran dalam Program BBM Satu Harga.
Usulan tersebut diajukan karena kondisi geografis Amfoang yang cukup jauh dari SPBU utama, sehingga masyarakat selama ini sangat bergantung pada pengecer yang menjual BBM dengan harga yang bervariasi dan relatif mahal.
Dengan masuknya wilayah Amfoang dalam Program BBM Satu Harga, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh BBM dengan harga yang lebih terjangkau dan sesuai ketentuan pemerintah.
Tak hanya itu, Pemkab Kupang juga telah menyampaikan usulan pembangunan SPBU permanen kepada PT Pertamina sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kesulitan akses BBM di wilayah Amfoang pesisir.
Kehadiran SPBU permanen dinilai sangat penting agar masyarakat tidak lagi mengalami kelangkaan BBM yang selama ini sering terjadi.
Pemerintah Kabupaten Kupang berharap langkah strategis tersebut dapat segera menjawab aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap BBM dapat terpenuhi secara lebih mudah, murah, dan merata.(Sys/ST).

