KUPANG – Tujuh siswa SMK Teknik Anugerah Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berhasil mencuri perhatian dalam ajang Filosi Robotic Competition and Expo 2026 tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Para siswa tersebut menghadirkan inovasi berupa tongkat pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu penyandang tunanetra agar lebih aman dan mudah saat berjalan.

Inovasi itu bahkan membuat Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, merasa kagum saat melihat langsung hasil karya para pelajar asal Soe tersebut.

Tongkat pintar tersebut dibuat dengan teknologi yang mampu membantu mendeteksi kondisi di sekitar pengguna sehingga dapat meminimalkan risiko saat berjalan.

Ide pembuatan alat itu muncul dari kepedulian para siswa terhadap penyandang tunanetra yang sering mengalami kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari.

Karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas netra, Serena Francis menyatakan ketertarikannya untuk membantu memasarkan produk inovasi tersebut.

Menurutnya, karya para siswa SMK Teknik Anugerah Soe menunjukkan bahwa generasi muda di daerah juga mampu menghadirkan teknologi yang inovatif dan bermanfaat.

“Alat ini sangat bagus dan memiliki manfaat besar bagi penyandang tunanetra. Kami berharap inovasi ini bisa terus disempurnakan sehingga nantinya dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas,” ujar Serena Francis, Kamis (21/5/2026).

Ia juga mendorong agar inovasi tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga pengembangannya dapat terus dilakukan.

Ajang Filosi Robotic Competition and Expo 2026 sendiri menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menampilkan kreativitas serta kemampuan di bidang teknologi dan robotik.

Keberhasilan tujuh siswa asal Soe tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak daerah mampu bersaing dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.(Sys/ST).

READ  Gubernur NTT Buka Rapat PCC Program KITA SEHAT 2026, Tekankan Kolaborasi Perkuat Sistem Kesehatan

Most Popular