KEFAMENANU – Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan (FPSK) Universitas Timor (Unimor) menggelar kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai lokasi praktik, Rabu (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Arnoldus Lantai 3 Universitas Timor ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi, pengalaman, dan kesiapan menghadapi dunia kerja sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor peternakan.
Pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang peternakan, yakni Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Trimeldus T. Tonbesi, S.Pt., M.Sc., drh. Anggelina Wolo dari Dinas Peternakan TTU, serta praktisi peternakan Mardianus Epafroditus Ili, S.Pt., M.Si.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan Universitas Timor, Agustinus Nubatonis, S.P., M.P. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Praktik Kerja Lapangan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, PKL menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter, etika kerja, profesionalisme, serta kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar selama berada di lokasi PKL. Pengalaman yang diperoleh di lapangan akan menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujarnya.
Koordinator Program Studi Peternakan Universitas Timor, Wolfhardus Vinansius Feka, S.Pt., M.Pt., dalam sambutannya mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama melaksanakan praktik kerja lapangan. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika akademik, membangun komunikasi yang baik dengan mitra kerja, serta menunjukkan kompetensi yang mencerminkan kualitas mahasiswa Universitas Timor.
Sementara itu, Ketua Panitia PKL, Josua Sahala Sihombing, mengatakan bahwa Praktik Kerja Lapangan merupakan bagian integral dari proses akademik yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai kondisi nyata dunia peternakan.
Menurutnya, melalui PKL mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mampu menerapkan ilmu tersebut dalam praktik, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta meningkatkan keterampilan profesional dan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
“Pembekalan ini menjadi langkah awal yang sangat penting agar mahasiswa memiliki kesiapan mental, pengetahuan, dan keterampilan sebelum terjun langsung ke lokasi praktik,” katanya.
Dalam sesi materi, Kepala Dinas Peternakan TTU, Trimeldus T. Tonbesi, memaparkan arah pembangunan sektor peternakan di Kabupaten TTU serta berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi. Ia mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi muda yang inovatif, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi pengembangan peternakan daerah.
Sementara itu, drh. Anggelina Wolo menyampaikan materi mengenai kesehatan hewan dan penerapan biosekuriti. Ia menjelaskan bahwa kesehatan ternak merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha peternakan sehingga mahasiswa perlu memahami langkah-langkah pencegahan penyakit serta penerapan manajemen kesehatan ternak yang baik.
Suasana pembekalan semakin hidup ketika praktisi peternakan Mardianus Epafroditus Ili membagikan pengalaman nyata selama berkecimpung dalam pengembangan usaha peternakan di masyarakat. Dengan penyampaian yang komunikatif dan inspiratif, ia mengajak mahasiswa melihat sektor peternakan tidak hanya sebagai bidang akademik, tetapi juga sebagai peluang usaha yang memiliki prospek besar apabila dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang turut didukung oleh Sekretaris Panitia drh. Agustina Viktoria Tac bersama para dosen dan tenaga kependidikan Program Studi Peternakan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait praktik lapangan, kesehatan ternak, hingga peluang pengembangan usaha peternakan di masa depan.
Melalui kegiatan pembekalan ini, Program Studi Peternakan Universitas Timor kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, serta motivasi yang diperoleh dari para narasumber diharapkan mampu memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menjalankan Praktik Kerja Lapangan secara optimal sekaligus mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi kemajuan sektor peternakan dan pembangunan daerah, khususnya di Nusa Tenggara Timur.(Sys/ST)

