SOE, TTS – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, S.H., M.H., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang dirangkaikan dengan Seminar Ilmiah, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gunung Mutis Kantor Bupati TTS tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, pengurus IBI, serta para bidan dari berbagai wilayah di Kabupaten TTS.
Pada kesempatan itu, Bupati Eduard Markus Lioe secara resmi membuka kegiatan seminar ilmiah yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT IBI ke-75. Sementara Wakil Bupati Johny Army Konay turut menjadi salah satu narasumber yang membawakan materi dalam seminar tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada seluruh bidan yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak hingga ke pelosok desa.
Menurutnya, keberadaan bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan menekan angka kematian ibu maupun bayi.
“Pemerintah Kabupaten TTS menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh bidan yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat.
Bidan adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat hingga tingkat desa,” ujar Bupati.
Ia berharap momentum HUT ke-75 IBI menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme para bidan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di era yang terus berkembang.
“Melalui seminar ilmiah ini, saya berharap para bidan terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten TTS,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, dalam materinya menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurutnya, bidan memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan di tingkat keluarga.
“Bidan bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat.
Kehadiran mereka sangat penting dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi keluarga,” kata Johny Army Konay.
Ia juga mengajak seluruh bidan untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.
“Di usia ke-75 tahun ini, Ikatan Bidan Indonesia harus semakin kuat, semakin profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan demi terwujudnya masyarakat TTS yang sehat dan sejahtera,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-75 IBI dan Seminar Ilmiah tersebut berlangsung penuh semangat dan menjadi wadah bagi para bidan untuk meningkatkan wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Melalui momentum ini, diharapkan peran bidan semakin optimal dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan dan mewujudkan generasi TTS yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.(Sys/ST)

