KUPANG – Bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. Bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah NTT dan Dompet Dhuafa NTT, Kejati NTT menggelar Bakti Sosial Khitanan Massal di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kamis (2/7/2026).
Sebanyak 50 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kota Kupang dan sekitarnya mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta yang berusia antara 3 hingga 21 tahun mendapatkan layanan khitan secara gratis yang ditangani oleh tenaga medis profesional.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan mendapat sambutan antusias dari para orang tua peserta. Selain memperoleh layanan kesehatan, peserta juga merasakan perhatian dan kepedulian dari jajaran Kejati NTT yang hadir langsung menyapa serta memberikan semangat kepada anak-anak yang mengikuti khitanan massal.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Roch Adi Wibowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan sosial tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah NTT dan Dompet Dhuafa NTT, yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Semoga sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar Roch Adi Wibowo.
Ia menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kejaksaan hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap persoalan sosial. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Kejaksaan dan warga,” tambahnya.
Kolaborasi antara Kejati NTT, IAD Wilayah NTT, dan Dompet Dhuafa NTT diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.
Kegiatan bakti sosial tersebut ditutup dengan penyerahan bingkisan kepada para peserta sebagai bentuk perhatian dan dukungan, disertai harapan agar anak-anak yang telah mengikuti khitanan dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.(Sys/ST).

