SURABAYA – Semangat atlet sepak takraw Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengharumkan nama daerah di ajang Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II Tahun 2026 tetap membara, meski harus menghadapi keterbatasan anggaran. Demi bisa bertanding, sebagian kebutuhan selama mengikuti kompetisi terpaksa dibiayai dengan uang pribadi.
Kejuaraan yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, sejak Rabu (2/7/2026) itu diikuti sembilan provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain menjadi ajang persaingan antardaerah, kompetisi ini juga menjadi seleksi atlet yang akan dipersiapkan memperkuat Indonesia pada King’s Cup 2026 di Thailand yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Kontingen NTT mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk membantu biaya keberangkatan dan kebutuhan selama mengikuti kejuaraan. Bantuan tersebut berasal dari Wali Kota sebesar Rp3 juta, anggota DPRD Dicky Talo Rp250 ribu, anggota DPRD Beny Selan Rp250 ribu, anggota DPRD Yafet Horo Rp500 ribu, serta Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) NTT sebesar Rp5 juta.
Meski demikian, total bantuan yang diterima belum mampu menutupi seluruh kebutuhan kontingen selama berada di Surabaya.
Salah seorang atlet NTT, Ujar, mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan para donatur. Namun, ia mengatakan para atlet masih harus mengeluarkan biaya pribadi agar tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.
“Sumbangan dari para donatur sangat kami syukuri. Namun, untuk memenuhi seluruh kebutuhan selama mengikuti Liga Sepak Takraw Wilayah II ini, sisanya masih harus ditanggung sendiri oleh para atlet,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan atlet tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan selama mengikuti kejuaraan. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan cabang olahraga sepak takraw.
“Dukungan yang memadai akan membuat atlet lebih fokus menjalani latihan dan pertandingan tanpa harus memikirkan persoalan biaya,” tambahnya.
Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II 2026 diharapkan menjadi ajang lahirnya atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Indonesia pada King’s Cup 2026 di Thailand. Selain menjadi wadah pembinaan prestasi, kejuaraan ini juga diharapkan semakin meningkatkan kualitas dan daya saing olahraga sepak takraw Indonesia di tingkat internasional.(Sys/ST)

