SOE, TTS – Sebanyak 500 pemuda dari berbagai jemaat di lingkungan GMIT Klasis Amanuban Selatan mengikuti Camp Pemuda GMIT Klasis Amanuban Selatan Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026, di Jemaat GMIT Emaus Manufunu, Desa Enoneten, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Mengusung tema “Youth for Earth: Menjadi Tangan Tuhan yang Menyembuhkan”, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus membangun kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan dan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan Ibadah Pembukaan yang dipimpin Pdt. Lukman Bahan. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang diikuti ratusan pemuda dari berbagai jemaat.

Camp Pemuda secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel Pandie. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh pemuda GMIT agar bertumbuh menjadi generasi yang kokoh dalam iman, memiliki kepedulian terhadap kelestarian ciptaan Tuhan, serta berani menjadi agen perubahan di tengah berbagai tantangan zaman.

“Pemuda gereja harus menjadi terang bagi dunia, menjaga bumi sebagai ciptaan Tuhan, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata di tengah masyarakat,” pesannya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh pemuda, para pendeta se-Klasis Amanuban Selatan, serta jemaat yang memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda gereja.

Usai pembukaan, peserta mengikuti diskusi panel yang mengangkat berbagai isu strategis. Materi pertama mengenai Tinjauan Teologi Ekologis terhadap Isu Lingkungan di Amanuban Selatan disampaikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT. Peserta diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari panggilan iman setiap orang percaya.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan yang membahas berbagai persoalan moral di kalangan generasi muda, mulai dari seks di luar nikah, penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, hingga ancaman HIV/AIDS.

READ  RS Pratama Kualin Belum Penuhi Syarat, Masih Setara Puskesmas

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi kaum muda serta langkah-langkah yang dapat dilakukan gereja untuk membangun karakter generasi penerus.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Bina Akrab. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk saling mengenal, berbagi pengalaman pelayanan, bertukar praktik-praktik baik dari jemaat masing-masing, sekaligus mempererat persaudaraan lintas jemaat.

Memasuki hari kedua, Rabu (8/7/2026), seluruh peserta mengikuti olahraga pagi sebelum melaksanakan kegiatan Jelajah Alam. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung untuk mengenal potensi lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Puncak kegiatan hari kedua adalah Ibadah Penyegaran Iman (IPI) yang dilayani Pdt. Yan Leimani. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh pemuda agar tetap setia kepada Kristus, hidup dalam kekudusan, serta menjadi saksi kasih Tuhan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Pada hari terakhir, Kamis (9/7/2026), peserta melaksanakan aksi nyata berupa kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar lokasi camp dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen pemuda GMIT dalam menjaga kelestarian ciptaan Tuhan dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup melalui Ibadah Penutupan yang berlangsung penuh rasa syukur. Selama tiga hari pelaksanaan camp, para peserta tidak hanya memperoleh penguatan iman, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga bumi, membangun karakter yang berintegritas, menjauhi perilaku yang merusak masa depan, serta memperkuat persaudaraan di antara pemuda GMIT.

Melalui Camp Pemuda GMIT Klasis Amanuban Selatan Tahun 2026, diharapkan lahir generasi muda yang semakin dewasa dalam iman, peduli terhadap lingkungan, memiliki karakter yang kuat, serta siap menjadi tangan Tuhan yang membawa pemulihan bagi gereja, masyarakat, dan seluruh ciptaan.(Sys/ST)

READ  Sekda Sakit, Bupati TTU Tunjuk Trinimus Olin Jadi Plh Demi Jaga Stabilitas Pemerintahan

Most Popular