KUPANG – Semangat kepedulian dan gotong royong mewarnai malam kebersamaan antara Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dengan tujuh imam, 60 frater, serta lima mahasiswa Pendidikan Keagamaan Katolik Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang tengah melaksanakan Animasi Misi dan rangkaian Konser Amal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero di Kota Kupang, Rabu (8/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mendukung pendidikan dan pembinaan para calon imam yang dipersiapkan menjadi pelayan Gereja dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, P. Yosef Keladu Koten, SVD, menyampaikan pesan yang menyentuh tentang pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pendidikan calon imam.
Ia mengatakan, mendidik seorang calon imam bukan semata-mata menjadi tanggung jawab seminari, tetapi merupakan panggilan bersama. Terlebih, biaya pendidikan terus meningkat, sementara dukungan dari luar negeri semakin berkurang.
“Ketika kita membantu seorang frater menyelesaikan pendidikannya, kita sedang menanam benih pelayanan yang suatu hari akan menguatkan ribuan orang,” ungkapnya.
Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi kiprah Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang selama puluhan tahun telah melahirkan banyak imam dan misionaris yang berkarya di berbagai belahan dunia.
Menurutnya, Ledalero merupakan salah satu kebanggaan NTT karena para alumninya tidak hanya mewartakan kabar sukacita, tetapi juga memperkenalkan budaya dan nilai-nilai Nusa Tenggara Timur di berbagai negara, termasuk di Afrika, Amerika, Eropa, dan kawasan lainnya.
“Menjaga Ledalero tetap hidup berarti ikut menjaga masa depan manusia-manusia yang akan mengabdikan hidupnya bagi Gereja, masyarakat, dan kemanusiaan,” ujar Gubernur.
Suasana malam itu semakin hangat dengan penampilan lagu-lagu persaudaraan yang menghibur seluruh tamu. Melalui kegiatan lelang lagu yang dipandu bersama, berhasil dihimpun dana sebesar Rp133.500.000.
Donasi tersebut berasal dari semangat gotong royong berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Komisaris Utama Bank NTT, para pimpinan perangkat daerah, kalangan pengusaha, hingga seluruh tamu yang hadir.
Gubernur Melki juga mengajak masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya untuk menghadiri Konser Amal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang akan digelar pada 11 Juli 2026 di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Menurutnya, konser tersebut bukan hanya menjadi ajang menikmati harmoni musik, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kepedulian terhadap pendidikan para calon imam.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mendukung pendidikan para calon imam. Melalui gotong royong, kita ikut menyiapkan generasi pelayan Gereja yang kelak akan mengabdi bagi masyarakat dan kemanusiaan,” ajak Gubernur.
Konser amal ini diharapkan menjadi wadah mempererat solidaritas masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang telah melahirkan banyak misionaris asal NTT untuk berkarya di berbagai penjuru dunia.(Sys/ST).

