KUPANG – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak 15 jurnalis dari media nasional dan lokal meninjau langsung hasil program revitalisasi sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperlihatkan dampak nyata program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan kepada publik bahwa program revitalisasi sekolah tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Hari ini kami mengajak teman-teman jurnalis, baik dari media lokal di Kupang maupun media nasional, untuk melihat langsung pemanfaatan program revitalisasi sekolah,” kata Farida saat meninjau SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Selasa.
Ia menjelaskan SD Inpres Naimata menjadi salah satu sekolah yang merasakan manfaat besar dari program tersebut. Jika sebelumnya sekolah hanya memiliki sekitar enam hingga tujuh ruang kelas, kini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 16 ruang kelas sehingga mampu menampung lebih banyak peserta didik.
Penambahan ruang belajar itu juga mengakhiri sistem pembelajaran bergiliran yang sebelumnya diterapkan karena keterbatasan fasilitas. Kini seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan belajar pada jam sekolah normal, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WITA.
“Kami berharap revitalisasi ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi anak-anak. Dulu pembelajaran dilakukan hingga tiga shift, sekarang cukup berlangsung dari pagi sampai siang sehingga kualitas pembelajaran juga diharapkan semakin baik,” ujarnya.
Farida menambahkan Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi revitalisasi sebagai bentuk pemerataan pembangunan pendidikan yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau wilayah Indonesia Timur.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim, menyebut anggaran revitalisasi SD Inpres Naimata mencapai sekitar Rp3,1 miliar.
“Kami melihat hasil pembangunan dari anggaran tersebut sangat memuaskan, baik dari sisi kualitas bangunan maupun dampaknya terhadap proses belajar mengajar di sekolah ini,” katanya.
Menurut Khamim, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan ruang kelas baru, tetapi juga melengkapi sekolah dengan berbagai fasilitas pendukung seperti Papan Interaktif Digital (PID), pembangunan toilet, dan sarana pendidikan lainnya.
Ia berharap peningkatan fasilitas tersebut mampu mendorong kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam mendidik peserta didik.
Selain SD Inpres Naimata, rombongan Komdigi juga mengunjungi SMA Negeri 8 Kota Kupang di Kecamatan Alak yang turut memperoleh program revitalisasi melalui pembangunan empat ruang kelas baru untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut. (ST/Ant)
Editor: Agus S

