KEFAMENANU – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting tidak selalu membutuhkan program besar. Menurutnya, perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari keluarga justru menjadi langkah awal paling menentukan.
Pesan itu ia sampaikan saat kunjungan kerja di PAUD Ceria, Naen, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Selasa (18/11/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK TTU Ny. Andina Winantuningtyas, A.Md., Wakil Ketua TP PKK Ny. Elisabeth Sri Susilowati, S.Pd., Camat Kota Kefamenanu Melkianus Kono, S.STP., para lurah, pengurus TP PKK, Dekranasda, serta orang tua murid.
Dalam sambutannya, Ny. Mindriyati menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini mendukung penanganan stunting. Namun ia menekankan bahwa akar persoalan sering kali berada pada pola hidup sederhana yang dapat diubah mulai dari rumah.
“Coba jujur,” katanya sambil tersenyum. “Di rumah, pesta, atau acara adat, siapa yang biasanya dipersilakan makan dulu? Bapak-bapak, betul?”
Pertanyaan itu disambut tawa dan anggukan warga yang hadir. Ia lalu melanjutkan, “Sekarang, kalau ada ibu hamil, ibu menyusui, atau anak balita, siapa yang paling butuh makan dulu?” Para laki-laki yang hadir menjawab serempak: “anak-anak dan ibu-ibu.”
Menurut Ny. Mindriyati, kebiasaan memberi prioritas makan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak adalah langkah kecil yang memberi dampak besar pada penurunan stunting. Keluarga, kata dia, tidak perlu menunggu program besar dari pemerintah untuk memulai perubahan.
“Dari meja makan kita saja, tanpa modal besar dan tanpa menunggu program rumit, kita sudah bisa ikut menyelamatkan generasi masa depan,” ujarnya.
Ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk ikut menjadi teladan dalam mengubah pola pikir tersebut. Prioritas makan bagi kelompok rentan harus menjadi kebiasaan bersama.
“Saya mohon, mulai hari ini, biasakan memberi kesempatan makan pertama kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Ini sederhana, tetapi dampaknya sangat besar,” tegasnya.
Menurutnya, ketika ibu hamil mendapat asupan gizi cukup dan anak-anak makan tepat waktu, keluarga sesungguhnya sedang membangun pondasi bagi masa depan NTT yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. (Sys/ST)

