SOE, TTS — Persoalan air bersih yang bertahun-tahun menghantui warga Kota Soe dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan kini berada di titik krusial. Di tengah keluhan masyarakat yang belum terjawab, Pemerintah Kabupaten TTS resmi melantik pimpinan baru Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten TTS.
Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe, didampingi Wakil Bupati TTS, melantik Frans Stefen Tafui sebagai Direktur Perumda Air Minum TTS dan Yohanis Naat sebagai Dewan Pengawas, Rabu (21/1/2026), di Aula Mutis Kantor Bupati TTS.
Pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menandai awal ujian berat bagi kepemimpinan baru Perumda Air Minum Soe. Persoalan klasik seperti distribusi air yang tidak merata, jaringan pipa yang sering macet, hingga air yang tidak mengalir selama berhari-hari masih menjadi keluhan rutin warga, terutama di wilayah perkotaan.
Acara pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD TTS, Wakil Ketua DPRD TTS, unsur Forkopimda TTS, serta para kepala bagian di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten TTS. Kehadiran unsur legislatif dan Forkopimda mencerminkan bahwa persoalan air bersih telah menjadi isu strategis yang mendapat perhatian lintas lembaga.
Anggota DPRD TTS dari Fraksi Perindo, Marthen Natonis, secara terbuka menyampaikan harapan sekaligus tekanan moral kepada pimpinan baru agar tidak mengulang kegagalan yang terjadi selama ini.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Kota Soe sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian layanan air bersih. Kehadiran pimpinan baru diharapkan mampu mengakhiri keluhan yang selama ini terus berulang.
Marthen berharap kehadiran dua figur muda di tubuh Perumda Air Minum TTS dapat membawa perubahan nyata, terutama dalam menyelesaikan persoalan distribusi air dan mengoptimalkan jaringan air di sejumlah kecamatan yang selama ini tidak berfungsi maksimal.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada figur muda dari luar birokrasi harus dijawab dengan kerja nyata dan terukur, bukan sekadar wacana, mengingat air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Nada harapan serupa juga datang dari warga. Dominggus Yoel Nomleni menilai pelantikan dua figur muda nonbirokrasi sebagai langkah berani, namun sekaligus sarat risiko jika tidak dibarengi dengan keberanian mengambil keputusan dan kerja lapangan yang konsisten.
Ia menyebut air bersih sebagai kebutuhan vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Harapan masyarakat kini sepenuhnya dititipkan kepada Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum TTS yang baru dilantik.
Menurut Dominggus, jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah publik yang menuntut tanggung jawab besar. Ia berharap pimpinan baru diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Ia juga menaruh harapan agar kepemimpinan baru Perumda Air Minum Soe dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi profesional nonbirokrasi lainnya yang berintegritas dalam pelayanan publik di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dengan pelantikan ini, sorotan publik terhadap Perumda Air Minum Soe semakin tajam. Masyarakat tidak lagi menunggu janji, melainkan perubahan konkret berupa air bersih yang benar-benar mengalir ke rumah-rumah warga. Pimpinan baru kini dihadapkan pada beban besar: menuntaskan krisis air bersih yang berlarut-larut atau kembali mengulang catatan kegagalan masa lalu. Waktu dan kinerja akan menjadi ukuran kepercayaan publik. (Sys/ST)

