KUPANG, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong pembenahan tata kelola rumah sakit melalui penerapan manajemen berbasis digital. Upaya tersebut ditegaskan saat membuka pertemuan bersama para Direktur Rumah Sakit dan Kepala Dinas Kesehatan se-NTT yang digelar secara daring melalui aplikasi Zoom, Rabu (21/1/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas pengelolaan manajemen rumah sakit berbasis digital dengan belajar dari keberhasilan Rumah Sakit (RS) Tulungagung yang dinilai sukses menerapkan sistem manajemen modern dan terintegrasi.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-NTT, para Direktur Rumah Sakit di seluruh wilayah NTT, serta Peni Pahlawanda, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), yang bersama para alumni lainnya telah mendampingi proses digitalisasi manajemen RS Tulungagung hingga menjadi salah satu contoh pengelolaan rumah sakit yang baik di Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis dan tidak bisa ditawar untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di NTT.
“Saya berharap rumah sakit-rumah sakit di NTT dapat belajar dari RS Tulungagung yang telah berhasil menerapkan manajemen rumah sakit dengan baik. Pertemuan ini menjadi pintu masuk untuk membenahi tata kelola manajemen rumah sakit di NTT,” tegas Gubernur.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan pola kerja, peningkatan transparansi, serta penguatan akuntabilitas dalam pengelolaan rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan bahwa digitalisasi manajemen rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
“Digitalisasi manajemen rumah sakit adalah kebutuhan untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan mutu layanan kesehatan. Dengan sistem yang terintegrasi, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan transparan,” ungkap Kadinkes NTT.
Ia menambahkan, melalui sistem digital yang baik, pengelolaan administrasi, keuangan, hingga pelayanan pasien dapat terpantau secara real time, sehingga potensi kebocoran dan ketidakefisienan dapat diminimalisir.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam proses pembenahan dan penguatan tata kelola manajemen rumah sakit di NTT secara berkelanjutan, guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Sys/ST).

