SOE, TTS – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) bersama pimpinan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten TTS melaksanakan audiensi bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di sekitar Lapangan Puspenmas Soe, Jumat (6/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut dihadiri oleh 49 pelaku UMKM yang selama ini menjalankan usaha di kawasan sekitar Lapangan Puspenmas.
Audiensi ini digelar sebagai bentuk komunikasi langsung pemerintah daerah dengan para pelaku usaha terkait rencana penataan kawasan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah memberikan penjelasan mengenai rencana perombakan dan penataan kawasan Lapangan Puspenmas Soe agar lebih tertata, bersih, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Bupati TTS menyampaikan bahwa penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercantik wajah Kota Soe sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
“Penataan ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat, tetapi justru untuk menata agar Kota Soe terlihat lebih rapi, indah, dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak, baik masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi alternatif yang dinilai layak dan strategis bagi para pelaku UMKM untuk tetap menjalankan aktivitas usaha mereka.
Menurutnya, relokasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pedagang sehingga mereka tetap dapat berjualan dengan nyaman sekaligus mendukung penataan kota yang lebih baik.
Selain untuk memperindah kawasan kota, penataan Lapangan Puspenmas Soe juga dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang, di mana Kabupaten Timor Tengah Selatan ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah cabang olahraga sepak bola.
“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk membenahi fasilitas dan kawasan publik di Kota Soe agar siap menyambut tamu dari berbagai daerah. Karena itu penataan ini penting dilakukan sejak sekarang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga membuka ruang dialog dengan para pelaku UMKM untuk menyampaikan masukan, harapan, serta berbagai kendala yang mungkin dihadapi terkait rencana pemindahan lokasi usaha.
Sejumlah pelaku UMKM yang hadir menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menata kawasan kota, namun mereka juga berharap agar lokasi baru yang disiapkan benar-benar strategis sehingga tidak berdampak pada penurunan pendapatan.
Pemerintah daerah memastikan bahwa proses penataan dan relokasi akan dilakukan secara bertahap serta tetap mengedepankan komunikasi dengan para pelaku usaha agar kebijakan yang diambil dapat berjalan dengan baik tanpa merugikan masyarakat.
Dengan adanya penataan tersebut, diharapkan kawasan Lapangan Puspenmas Soe dapat menjadi ruang publik yang lebih tertib, indah, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui aktivitas UMKM yang lebih terorganisir. (Sys/ST)

