KUPANG – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Bersubsidi yang digelar di Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Senin (9/3/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pasar murah tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga di pasaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad MS., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, para kepala perangkat daerah lingkup Kota Kupang, camat dan lurah, Imam Masjid Al Istiqomah TDM H. Muhammad Gaus, serta masyarakat Kelurahan Tuak Daun Merah dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, para distributor, serta pelaku usaha yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan pasar murah tersebut.
“Terima kasih untuk Dinas Perindag, juga untuk BI, para distributor, dan pelaku usaha yang sudah terlibat. Pasar murah ini adalah bentuk kerja sama kita semua untuk membantu masyarakat,” ujar Christian Widodo.
Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik, tetapi juga berhubungan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Inflasi itu bukan sekadar angka statistik. Kita tidak hanya bicara angka inflasi, tapi bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan ketersediaan gula di dapur masyarakat. Jadi bicara inflasi itu bicara tentang isi dapur masyarakat kecil,” tegasnya.
Menurutnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga di pasaran.
“TPID ini bukan hanya tim koordinasi buat gagah-gagahan. TPID punya tanggung jawab moral karena inflasi menyangkut ongkos hidup masyarakat kecil,” katanya.
Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah merencanakan penyelenggaraan pasar murah di 27 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang. Pada tahap awal, kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga lokasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah yang cukup.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi, lalu kita beli beras banyak-banyak atau menimbun minyak goreng. Ambil sesuai kebutuhan saja,” pesannya.
Dalam pelaksanaan pasar murah tersebut, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi yang lebih tertib dengan memanfaatkan pendataan menggunakan fotokopi KTP dan barcode dalam proses pembelian. Sistem ini diharapkan dapat mengatur antrean secara rapi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
“Sekarang dunia sudah berubah, serba cepat dan serba digital. Kalau dunia sudah berubah ke arah digital, kita juga harus menyesuaikan diri. Karena kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar kita,” jelasnya.
Selain membahas pengendalian inflasi, Wali Kota Kupang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. Ia menyebut keberhasilan Kota Kupang masuk dalam 10 besar Kota Toleran di Indonesia merupakan prestasi bersama yang harus terus dijaga.
“Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, kita harus jalan bersama-sama. Kota Kupang ini kita bangun untuk jangka panjang, jadi semua harus berjalan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi sebagai orang yang melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan pasar murah tersebut dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Kupang. (Sys/ST)

