BATUPUTIH – SMK Negeri Batuputih melaksanakan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) bagi siswa kelas XII pada Kamis (12/3/2026). Sebanyak 44 siswa dari empat program studi keahlian mengikuti ujian tersebut sebagai bagian dari evaluasi akhir kemampuan setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di sekolah kejuruan.
Ujian Kompetensi Kejuruan merupakan tahapan penting dalam pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengukur keterampilan serta penguasaan kompetensi siswa sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Peserta UKK terdiri dari Program Studi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) sebanyak 10 siswa dengan penguji Eti Yakomina Markus, SP., MP.
Selanjutnya Program Studi Agribisnis Ternak Unggas (ATU) diikuti oleh 13 siswa dengan penguji Yohanis Sae, S.Pt dari Rens Peternakan Desa Oebobo.
Sementara itu, Program Studi Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) diikuti oleh 9 siswa dengan penguji drh. Alvin Aryanto Sunbanu dari Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sedangkan Program Studi Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) diikuti oleh 12 siswa dengan penguji Andri Sabneno, S.Pd dari SMK Negeri 1 SoE.
Pelaksanaan UKK ini melibatkan penguji dari unsur akademisi, praktisi usaha, serta instansi pemerintah guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan sesuai dengan standar kompetensi dunia kerja.
Pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini para siswa mampu menunjukkan keterampilan terbaik mereka sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja, membuka usaha secara mandiri, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan terlaksananya Ujian Kompetensi Kejuruan tersebut, SMK Negeri Batuputih terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki keterampilan, profesionalitas, serta kesiapan untuk bersaing di dunia kerja. (Sys/ST)

