spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Liput Kasus Oknum Polisi di Kupang, Wartawan Mengaku Dipukul dan Dikejar

KUPANG – Sejumlah wartawan mengaku mengalami tindakan penghalangan saat melakukan peliputan terkait dugaan penelantaran keluarga yang melibatkan seorang oknum anggota polisi berinisial DT di Kota Kupang, Kamis (12/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang perempuan bernama Welmince mendatangi sebuah rumah yang diduga menjadi tempat keberadaan suaminya. Welmince sebelumnya telah melaporkan suaminya yang merupakan oknum polisi tersebut ke Propam Polda NTT atas dugaan penelantaran terhadap dirinya dan dua anak mereka.

Saat wartawan berada di lokasi untuk melakukan peliputan, situasi sempat memanas. Sejumlah orang yang berada di rumah tersebut diduga menghalangi jurnalis yang hendak merekam kejadian.

Salah satu wartawan, Fiand Selan, mengaku tangannya sempat dipukul ketika mencoba mengambil video menggunakan telepon genggam.

“Saat saya mau ambil video, tangan saya dipukul,” ujarnya kepada media.

Tidak hanya itu, seorang wartawan dari media DeteksiNTT.com juga mengaku sempat dikejar oleh orang yang berada di lokasi saat mencoba melakukan peliputan.

Bahkan sepeda motor milik wartawan yang diparkir sekitar 100 meter dari lokasi kejadian diketahui sempat ditahan oleh oknum yang berada di rumah tersebut.

Sementara itu, Welmince mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan suaminya ke Propam Polda NTT sejak September 2025. Namun hingga saat ini ia mengaku belum mengetahui perkembangan penanganan laporan tersebut.

“Kami sudah laporkan kasus ini ke Propam Polda sejak September 2025, tetapi sampai sekarang belum jelas tindak lanjutnya,” ujarnya.

Ia juga mengaku sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan nafkah dari suaminya. Menurutnya, kondisi rumah tangga mereka mulai bermasalah sejak tahun 2018 ketika suaminya pindah ke Kupang.

“Sejak 2018 dia pindah ke Kupang dan hubungan kami sudah tidak baik lagi,” katanya.

Welmince juga menyebut bahwa saat ini suaminya tidak lagi tinggal bersama dirinya dan kedua anak mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk dari Propam Polda NTT maupun dari pihak oknum polisi yang dilaporkan, terkait insiden tersebut maupun perkembangan laporan dugaan penelantaran keluarga yang telah disampaikan. (Sys/ST)

Most Popular