KUPANG – Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi melepas 40 peserta Program Alumni Pejuang Digital yang akan melaksanakan pengabdian dan pendampingan pembelajaran serta peningkatan kapasitas guru di Kabupaten Kupang selama tiga bulan.

Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kupang di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Selasa (7/4/2026) pagi, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta perwakilan lembaga pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter, sebagaimana yang kita cita-citakan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa tantangan pemerataan akses dan mutu pendidikan masih menjadi pekerjaan besar, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan berbagai keterbatasan. Namun, menurutnya perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar untuk melakukan lompatan kemajuan dalam dunia pendidikan.

Bupati menekankan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi. Diperlukan pendampingan, penguatan kapasitas guru, serta perubahan metode pembelajaran agar digitalisasi pendidikan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan para Alumni Pejuang Digital atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran di daerah.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPDP dan seluruh Alumni Pejuang Digital yang telah mengambil peran nyata dalam mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran, khususnya di Kabupaten Kupang,” ungkapnya.

Menurut Bupati, kehadiran para alumni tersebut tidak hanya membantu penggunaan perangkat digital di sekolah, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam meningkatkan literasi digital, mengembangkan konten pembelajaran inovatif, serta mendorong ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif.

READ  Kupang Lampion Food Street Market 2026 Libatkan 80 UMKM, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Program yang akan berlangsung selama 12 minggu ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir dan budaya belajar di sekolah. Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan transformasi dari metode pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis digital hingga pada tahap smart school.

Bupati juga mengajak Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah untuk memanfaatkan momentum ini sebagai langkah awal transformasi pendidikan di sekolah masing-masing.

“Jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk melakukan transformasi pendidikan di sekolah masing-masing,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Wati Yuliawati, menjelaskan bahwa peran para alumni dalam program ini adalah sebagai pendamping bagi para guru.

“Para alumni ini hadir untuk mendampingi, bukan menggantikan peran Bapak-Ibu guru di sekolah. Mereka membantu dalam proses pengabdian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdivisi Penyaluran Alumni LPDP, Shera Betania, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen LPDP dalam memastikan para alumni dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah momen yang sangat kami tunggu-tunggu. Kami tidak hanya ingin mencetak lulusan terbaik, tetapi juga memastikan alumni dapat berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap program ini dapat menjadi warisan positif bagi daerah, khususnya di wilayah Kupang dan Nusa Tenggara Timur, dalam mencetak sumber daya manusia unggul di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius S. J. Sanam, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw, perwakilan LPDP, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), PIC Digitalisasi Pembelajaran BPMP Muhajir Rachman, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Sys/ST).

Most Popular