SOE, TTS – Ribuan jemaat dari berbagai gereja memadati jalanan dalam Pawai Paskah yang digelar oleh Gereja Masehi Injili di Timor Klasis Soe Timur, Jumat (10/4/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (bdk. 2 Korintus 5:17).

Pawai dimulai dari GMIT Hakaldama Nusa dan menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan sebelum berakhir di depan Kantor Klasis Soe Timur di Neonmat.

Sebanyak 27 jemaat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Jemaat GMIT Noetetus, Jemaat GMIT Pniel Supul, Jemaat GMIT Soleman Neonmat, Jemaat Imanuel Noelaku, Jemaat GMIT Mio, Jemaat GMIT Ayotoko, Jemaat GMIT Imanuel Oenali, Jemaat GMIT Pollo, Jemaat GMIT Oepula, Jemaat GMIT Lakat, Jemaat GMIT Fatusion Siki, Jemaat GMIT Kilobesa, Jemaat GMIT Fatukoko, Jemaat GMIT Oe’Ue, Jemaat GMIT Siloam Nulle, Jemaat GMIT Manikin, Jemaat GMIT Imanuel Nifukani, Jemaat GMIT Elim Oefatu, Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana, Jemaat GMIT Toisilu, Jemaat GMIT Betesda Haumenbaki, Jemaat GMIT Sabkiki, Jemaat GMIT Hakaldama Nusa, Jemaat GMIT Tubmonas, S.T Arastamar Soe, Jemaat GMIT Taekiu, serta Jemaat GMIT Sesawi Oekamusa.

Ketua Klasis Soe Timur, Mariana Ndjukambani, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pawai Paskah bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan wujud nyata perjalanan iman jemaat.

“Pawai ini bukan hanya arak-arakan atau keramaian semata, tetapi lahir dari perjalanan iman, dari doa, pergumulan, serta kerinduan untuk menyaksikan kabar kebangkitan Kristus bagi dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bentuk keberanian gereja untuk berinovasi tanpa meninggalkan kebenaran firman Tuhan. Melalui pawai ini, gereja hadir di tengah masyarakat tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, kebersamaan, serta ekspresi iman.

READ  Camat Toianas Panggil Bendahara Desa Milli, Kisruh Rumah Tangga Tiga Tahun Terbuka ke Publik

Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap bentuk kreativitas tetap disertai hikmat, memuliakan Tuhan, serta menjaga kehidupan manusia maupun alam ciptaan.

“Pawai Paskah ini adalah panggilan untuk menjadi saksi, berjalan dengan tertib, penuh kasih dan tanggung jawab, serta menghadirkan sukacita tanpa merusak,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemuda gereja yang dinilai berperan besar dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Jhony Army Konay, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pawai yang dinilai sebagai wujud kreativitas serta kebersamaan jemaat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan serta menghadirkan nilai-nilai iman di ruang publik.

“Pemerintah daerah menyambut baik inovasi yang dilakukan gereja. Saya berharap pawai ini berjalan tertib dan menjadi simbol damai, pengharapan, serta persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pawai yang dimulai sekitar pukul 12.00 WITA itu dilepas langsung oleh Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay bersama Ketua Klasis Soe Timur Pdt. Mariana Ndjukambani, para pendeta, Kepala Dinas Kominfo TTS Adi Tallo, serta Kabag Protokol Jhon Asbanu.(Sys/ST).

Most Popular