Oleh:
Beny O. Neonane
Di berbagai daerah, khususnya di kampung-kampung dan wilayah pedesaan, masih ditemukan anak-anak usia sekolah yang memilih tidak melanjutkan pendidikan.
Salah satu alasan yang sering muncul adalah anggapan bahwa bersekolah tidak memberikan hasil yang pasti, sementara bekerja dapat langsung menghasilkan uang.
Bagi sebagian anak dan keluarga mereka, uang yang didapat hari ini terasa jauh lebih nyata dibandingkan harapan masa depan yang belum pasti.
Fenomena ini bukan sekadar persoalan kemalasan atau kurangnya minat belajar. Lebih dari itu, persoalan ini berkaitan erat dengan cara pandang anak dan keluarga terhadap manfaat pendidikan.
Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak sering melihat bahwa bekerja di kebun, beternak, membantu orang tua, atau menjadi buruh harian dapat langsung memberikan penghasilan. Uang yang diterima pada hari itu bisa segera digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga.
Sebaliknya, sekolah sering dipandang sebagai kegiatan yang menghabiskan waktu, tenaga, bahkan biaya, tanpa jaminan pekerjaan setelah lulus. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, pilihan untuk bekerja sering dianggap lebih masuk akal. Ketika kebutuhan makan, pakaian, dan biaya hidup harus dipenuhi setiap hari, kehadiran anak sebagai tenaga kerja tambahan menjadi sangat berarti bagi keluarga.
Dalam situasi seperti ini, anak-anak akhirnya ikut membantu orang tua demi meringankan beban keluarga. Sekolah kemudian dipandang sebagai sesuatu yang menunda kesempatan untuk mendapatkan penghasilan.
Pilihan tersebut mungkin terasa logis dalam jangka pendek, tetapi sebenarnya menyimpan risiko besar bagi masa depan anak-anak itu sendiri.
Selain faktor ekonomi, pengaruh lingkungan sosial juga turut memperkuat cara pandang tersebut. Anak-anak sering melihat orang dewasa di sekitar mereka yang tidak menempuh pendidikan tinggi, tetapi tetap bisa bekerja dan memperoleh penghasilan.
Pengalaman yang mereka lihat secara langsung ini membentuk keyakinan bahwa sekolah bukan satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.
Bahkan tidak jarang muncul anggapan bahwa orang yang bersekolah tinggi pun belum tentu mendapatkan pekerjaan. Akibatnya, belajar selama bertahun-tahun dianggap sebagai usaha yang penuh ketidakpastian.
Pandangan ini membuat sebagian anak lebih memilih bekerja sejak usia muda daripada menghabiskan waktu di bangku sekolah.
Padahal, pendidikan memiliki manfaat jangka panjang yang tidak selalu terlihat secara langsung.
Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang untuk membangun kemampuan membaca, menulis, berhitung, berpikir kritis, serta membentuk karakter dan keterampilan sosial.
Kemampuan-kemampuan ini menjadi bekal penting bagi seseorang untuk menghadapi perubahan zaman.
Anak yang bekerja sejak usia sekolah mungkin dapat memperoleh uang dalam waktu singkat. Namun tanpa pendidikan yang memadai, peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di masa depan akan menjadi semakin terbatas.
Sebaliknya, pendidikan membuka kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidup dalam jangka panjang, meskipun hasilnya tidak selalu terlihat secara instan.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih bijaksana dari orang tua, guru, dan pemerintah untuk menjelaskan nilai penting pendidikan kepada anak-anak. Sekolah juga perlu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kehidupan nyata.
Misalnya melalui pendidikan keterampilan, kewirausahaan, pertanian, atau peternakan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Dengan cara ini, anak-anak dapat melihat bahwa sekolah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, alasan anak-anak tidak mau bersekolah karena merasa bekerja lebih cepat menghasilkan uang merupakan persoalan yang nyata dan kompleks.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan sosial, serta cara pandang terhadap masa depan. Karena itu, dibutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

