JAKARTA – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Kupang dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dalam forum tersebut, Menteri Amran secara tegas meminta agar hasil panen jagung petani di Kabupaten Kupang dapat segera diserap oleh Perum Bulog dengan harga yang sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Ia menekankan bahwa mekanisme pasar dan penyerapan hasil panen harus berjalan optimal guna melindungi petani dari anjloknya harga komoditas di tingkat lapangan.
“Bulog tolong serap jagungnya Pak Bupati Kupang, cari solusi. Harga harus sesuai dengan harga pembelian pemerintah,” tegas Menteri Amran dalam arahannya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan para petani memperoleh nilai jual yang layak atas hasil kerja mereka.
Arahan ini juga diharapkan mampu mencegah terjadinya penumpukan hasil panen jagung di daerah, khususnya di Kabupaten Kupang, yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi jagung di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dengan adanya instruksi tersebut, seluruh hasil panen jagung di Kabupaten Kupang diharapkan dapat terserap secara maksimal oleh Bulog dengan mengacu pada ketentuan HPP yang berlaku.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Bupati Yosef Lede menyambut baik arahan strategis dari Menteri Pertanian tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan Bulog dan dinas terkait guna memastikan proses penyerapan jagung berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran.
Kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi para petani jagung di Kabupaten Kupang sekaligus memacu semangat mereka untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian demi mendukung ketahanan pangan nasional.(Sys/ST).

