KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, serta Pokja Bunda Literasi Provinsi NTT masa bakti 2026–2030 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (25/4/2026) pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua TP PKK NTT Astiningsih Laka Lena, Staf Ahli TP PKK Vera Asadoma, Rektor Universitas Nusa Cendana Jefri Bale, Plh Sekda Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, Kepala BKKBN Provinsi NTT Faizal Fahmi, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat serta mendukung pembangunan di NTT.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan yang melekat pada pribadi, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat dalam pembangunan di Bumi Flobamorata ini,” ujar Gubernur Melki.
Ia menilai peran TP PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD dan Pokja Bunda Literasi sangat strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di NTT.
Menurutnya, pembangunan SDM dimulai dari keluarga yang sehat, pendidikan anak usia dini yang baik, serta budaya literasi yang kuat.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menegaskan bahwa keempat organisasi tersebut merupakan mitra penting pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan. Masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia secara khusus berpesan kepada pengurus TP PKK agar terus menjalankan peran strategisnya dalam membangun ketahanan keluarga melalui implementasi 10 Program Pokok PKK yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga lingkungan.
Kepada Tim Pembina Posyandu, Gubernur Melki berharap agar dapat menjadi garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta pencegahan berbagai masalah kesehatan ibu dan anak, termasuk penanganan stunting di wilayah NTT.
Sementara itu, bagi Pokja Bunda PAUD, ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki juga menyoroti tantangan di era transformasi digital, termasuk dampak negatif penggunaan media sosial bagi anak-anak serta maraknya kasus narkoba online.
Ia berharap Pokja Bunda Literasi dapat berperan aktif dalam meningkatkan minat baca serta memperluas akses terhadap bahan bacaan berkualitas di tengah perkembangan teknologi digital.
“Di era transformasi digital, kemajuan teknologi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga tantangan bagi generasi muda. Oleh karena itu, pengawasan dan pendampingan sangat penting agar anak-anak tetap tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK NTT, Astiningsih Laka Lena, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi langkah baru untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah sesuai tugas dan bidang masing-masing.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah meletakkan dasar dan fondasi bagi keberlanjutan program kerja ke depan.
“Pelantikan hari ini menjadi langkah untuk terus berjalan maju, bahkan berlari dalam melaksanakan tugas mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan kolaborasi dan dukungan pemerintah, mari bersama-sama mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.(Sys/ST).

