KUPANG – Pemerintah Kabupaten Kupang bergerak cepat merespons kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Amfoang pesisir dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Kupang Yosep Lede langsung mengambil langkah strategis dengan memerintahkan jajaran terkait untuk segera mencari solusi guna mengatasi persoalan tersebut.

Bupati Yosep Lede menegaskan bahwa kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, ia menginstruksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius S. J. Sanam untuk menurunkan tim khusus dan melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina agar distribusi BBM ke wilayah Amfoang kembali berjalan normal.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Sekda yang akrab disapa Teldi langsung menggerakkan Camat Amfoang Utara Hendra Mooy untuk menjadi ujung tombak penanganan di lapangan.

Setelah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina Sales Area Retail NTT serta koordinasi dengan manajemen SPBU Lelogama dan SPBU Sulamu, pemerintah akhirnya memastikan pasokan BBM segera dikirim ke wilayah Amfoang pesisir.

“Paling lambat Sabtu, 16 Mei 2026, sebanyak 4.000 liter BBM nonsubsidi sudah bisa didistribusikan ke masyarakat Amfoang pesisir,” ujar Hendra Mooy, Kamis (14/5/2026) malam usai melakukan serangkaian pertemuan.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, Pemerintah Kecamatan bersama anggota DPRD dan pengusaha lokal turut menanggung biaya operasional pengangkutan BBM.

Dengan skema tersebut, harga jual BBM di tingkat masyarakat dipastikan tetap terkendali.

“Kita beli sekitar Rp12.600 per liter, dan kami pastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) di masyarakat tidak akan melebihi Rp15.000 per liter,” tegasnya.

Distribusi BBM nantinya juga akan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian guna memastikan proses berjalan aman dan lancar.

Tak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, Pemkab Kupang juga terus mendorong solusi permanen atas persoalan distribusi BBM di wilayah Amfoang.

READ  Irigasi hingga Alsintan, Curhat Petani ke Wagub NTT

Sejak 13 Juni 2025 lalu, Pemkab Kupang telah mengirim surat resmi kepada BPH Migas di Jakarta untuk mengusulkan Kecamatan Amfoang Utara sebagai lokasi resmi Program BBM Satu Harga.

Usulan tersebut diajukan karena masyarakat di wilayah pesisir selama ini masih sangat bergantung pada pengecer akibat jauhnya akses menuju SPBU utama.

Selain itu, Camat Amfoang Utara juga telah mengusulkan pembangunan SPBU permanen di kawasan Amfoang pesisir kepada Pertamina sebagai solusi jangka panjang agar kelangkaan BBM tidak terus berulang.

Pemerintah daerah juga memastikan masyarakat memperoleh hak atas BBM bersubsidi. Pemerintah kecamatan meminta dukungan para kepala desa di empat wilayah pesisir untuk membantu kelompok tani dan nelayan melengkapi administrasi hingga mendapatkan barcode resmi pembelian BBM subsidi.

Langkah cepat ini menjadi bukti komitmen Pemkab Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Yosep Lede dalam merespons setiap persoalan yang dihadapi masyarakat secara cepat dan nyata.(Sys/ST).

Most Popular