KUPANG – Sebanyak 57 pucuk senjata api rakitan sisa konflik antar desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, diserahkan warga kepada Polres Flores Timur sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan perdamaian pascakonflik sosial di wilayah tersebut.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octario Putra mengatakan senjata tersebut diserahkan secara sukarela oleh masyarakat Desa Narasaosina yang sebelumnya terlibat konflik dengan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.
“Ini merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana keamanan dan kedamaian dapat dibangun melalui kesadaran, kepercayaan, dan kebersamaan,” ujarnya, Minggu (17/5).
Penyerahan dilakukan langsung Kepala Desa Narasaosina Januarius Tolan bersama tokoh adat dan masyarakat kepada jajaran Polres Flores Timur.
Selain 57 pucuk senjata api rakitan, warga juga menyerahkan 49 busur, 198 anak panah, serta 25 kelongsong peluru rakitan.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Wadanyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT AKP Antonio Cortereal, Kabag Ops Polres Flores Timur Eduardus Nuru, Kasat Intelkam Polres Flores Timur Taufan D Adriansyah, dan Kapolsek Adonara Timur IPDA Andreas Peu Lamuri.
Kapolres menilai langkah sukarela masyarakat menjadi sinyal positif bahwa warga mulai mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur damai dan hukum dibanding kekerasan.
Menurutnya, keberadaan senjata ilegal di tengah masyarakat berpotensi memicu konflik baru dan membahayakan keselamatan warga.
“Kami mengimbau masyarakat yang masih menyimpan atau menguasai senjata api rakitan maupun senjata berbahaya lainnya agar menyerahkan secara sukarela kepada pihak kepolisian demi keamanan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Narasaosina Januarius Tolan menegaskan penyerahan senjata tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat menjaga situasi tetap aman dan mencegah konflik berkepanjangan.
Ia mengatakan tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menjaga generasi muda agar tidak terjebak dalam kekerasan.
“Yang kami inginkan adalah situasi damai. Persaudaraan harus dijaga. Karena itu masyarakat dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata-senjata ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Langkah masyarakat Narasaosina dinilai menjadi momentum penting dalam membangun kembali rasa aman di Adonara Timur pascaketegangan sosial yang sempat terjadi.
Hingga saat ini kondisi keamanan di kedua desa dilaporkan sudah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (ant/MK)
Editor: Agus S

