KEFAMENANU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Seorang siswi kelas VII dari SMPS Putri St. Xaverius Kefamenanu, Rambu Hagya Bani, berhasil meraih penghargaan bergengsi ICON Pesona Batik Nusantara 2026 dalam ajang apresiasi budaya tingkat nasional.
Penghargaan tersebut diberikan kepada generasi muda yang dinilai aktif melestarikan batik dan budaya lokal Indonesia. Dalam kompetisi itu, Rambu berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Solo hingga Sulawesi, pada babak final yang berlangsung ketat.
Keberhasilan Rambu tidak lepas dari kecintaannya terhadap budaya daerah, khususnya motif batik dan tenun khas Nusa Tenggara Timur. Ia dikenal aktif memperkenalkan motif tenun Timor melalui berbagai kegiatan sekolah maupun lomba budaya tingkat regional.
Penampilannya yang memadukan wawasan budaya, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap warisan lokal menjadi daya tarik tersendiri di hadapan dewan juri. Hal itulah yang mengantarkan dirinya meraih penghargaan ICON Pesona Batik Nusantara 2026.
Di balik prestasi tersebut, Rambu diketahui berasal dari keluarga sederhana. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, semangatnya untuk terus belajar dan berkarya tidak pernah surut. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya menjadi motivasi terbesar bagi dirinya untuk terus mengejar cita-cita.
“Walau kondisi kami sederhana, kami selalu bilang ke Rambu jangan malu dengan keterbatasan. Yang penting jangan berhenti belajar dan jangan lupa budaya sendiri,” ungkap orang tua Rambu dengan mata berkaca-kaca.
Kepala SMPS Putri St. Xaverius Kefamenanu turut menyampaikan rasa bangga atas capaian siswinya tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Rambu menjadi bukti bahwa pelajar asal Kefamenanu mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ini bukti bahwa anak-anak Kefamenanu mampu bersaing dan membawa nama daerah di tingkat nasional. Rambu bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang tinggi terhadap budaya daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Rambu mengaku tidak menyangka bisa meraih penghargaan tersebut. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya agar semakin mencintai budaya lokal.
“Saya senang bisa memperkenalkan batik dan tenun Timor kepada lebih banyak orang. Dukungan mama dan papa yang membuat saya berani maju. Semoga ini bisa memotivasi teman-teman lain untuk bangga dengan budaya kita sendiri,” tutur Rambu. (Sys/ST).

