SOE,TTS — Komisi IV DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memastikan akan segera turun langsung meninjau proyek pembangunan ruang belajar baru PAUD TK Negeri Kolbano, Kecamatan Kolbano, yang diduga mangkrak dan belum selesai dikerjakan hingga saat ini.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi proyek tersebut. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang sulit akibat kebijakan efisiensi anggaran, seluruh pihak seharusnya bersyukur dan bertanggung jawab atas setiap pembangunan yang diberikan pemerintah.

“Kondisi ini sangat kami sesalkan. Dalam situasi keuangan daerah yang sulit akibat efisiensi, semua satuan pendidikan yang mendapatkan pembangunan seharusnya bersyukur dan melaksanakan pembangunan dengan baik. Termasuk pihak ketiga yang mengerjakan proyek harus benar-benar berkompeten,” tegasnya.

Ia menambahkan, Komisi IV DPRD TTS dalam waktu dekat akan turun langsung ke lokasi proyek guna melihat kondisi sebenarnya sekaligus mengetahui penyebab belum diselesaikannya pekerjaan tersebut.

“Komisi IV akan turun ke lokasi untuk melihat secara dekat persoalan yang terjadi sehingga pekerjaan ini tidak diselesaikan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan satu unit ruang belajar baru PAUD TK Negeri Kolbano yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Spesifik Grant Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp169.090.000 diduga mangkrak dan belum rampung hingga Mei 2026.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Gasindo dengan masa pelaksanaan selama 65 hari kalender, terhitung sejak 24 Oktober 2025 hingga 27 Desember 2025. Namun berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Minggu, 17 Mei 2026, bangunan masih belum selesai dan belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah bagian bangunan terlihat belum rampung. Beberapa komponen penting seperti pintu dan jendela bahkan belum terpasang. Warga setempat mengaku kecewa karena pembangunan yang diharapkan dapat menunjang pendidikan anak usia dini justru terhenti tanpa kejelasan.

READ  Camat Kuatnana Turun Tangan! Pengurus BUMDes Lakat Segera Dipanggil Usai Dugaan Pembayaran Misterius Tanpa Barang

“Seharusnya bangunan ini sudah selesai dan bisa dipakai anak-anak untuk belajar. Tetapi sampai sekarang belum selesai juga. Kami sangat kecewa,” ungkap salah seorang warga.

Warga juga menyebut aktivitas pekerjaan di lokasi proyek diduga telah berhenti sejak Januari 2026. Mereka menilai pihak kontraktor tidak menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.

Tak hanya meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, masyarakat bahkan mendesak agar CV Gasindo dievaluasi dan diblacklist dari proyek-proyek di Kabupaten TTS apabila terbukti lalai menyelesaikan pekerjaan.

Masyarakat juga mengancam akan mendatangi Bupati dan Wakil Bupati TTS apabila tidak ada tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar pembangunan ini bisa diselesaikan demi kepentingan pendidikan anak-anak,” tegas warga.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Gasindo belum berhasil dikonfirmasi. Awak media masih terus berupaya menghubungi pihak pelaksana proyek guna memperoleh klarifikasi resmi terkait keterlambatan penyelesaian pembangunan tersebut.(Sys/ST)

Most Popular