KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti masih rendahnya capaian pendidikan di NTT yang hingga kini berada di posisi tiga terbawah nasional dalam Tes Kemampuan Akademik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT dan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Kupang.
Menurut Gubernur Melki, kondisi tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat karena yang dipertaruhkan adalah masa depan generasi muda NTT.
“NTT masih di tiga terbawah nasional Tes Kemampuan Akademik. Jujur, ini bukan sekadar data. Ini tamparan untuk kita semua, karena yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak NTT,” ujar Gubernur Melki.
Ia menegaskan bahwa NTT tidak bisa terus menggunakan pola kerja lama apabila ingin memperoleh hasil yang berbeda di sektor pendidikan.
Menurutnya, meskipun anggaran pendidikan cukup besar dan banyak guru asal NTT terbukti mampu berprestasi di luar daerah, namun di daerah sendiri capaian pendidikan masih belum maksimal.
“Guru-guru NTT luar biasa, bahkan banyak yang sukses mengajar di luar daerah. Tapi kenapa di tanah sendiri kita masih tertinggal? Mungkin karena kita terlalu fokus pada bangunan, tetapi lupa membangun budaya belajar,” katanya.
Sebagai langkah perubahan, Pemerintah Provinsi NTT mulai mendorong Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang dilaksanakan setiap pukul 18.00 hingga 19.30 Wita. Program tersebut bertujuan menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Pada jam itu mari hidupkan lagi rumah sebagai ruang belajar, bukan hanya tempat singgah,” ungkapnya.
Gubernur Melki percaya perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kalau keluarga, guru, mahasiswa, gereja, masjid, RT, semua bergerak bersama, NTT tidak akan terus berada di bawah,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan ucapan selamat kepada Mindriyati Astiningsih yang dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Provinsi NTT.
Ia berharap amanah tersebut dapat menjadi energi baru dalam mendorong kemajuan pendidikan di NTT agar lebih kreatif dan berpihak pada masa depan generasi muda.
“Semoga amanah ini menjadi energi baru untuk menggerakkan pendidikan NTT lebih maju, lebih kreatif, dan lebih berpihak pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.(Sys/ST).

