KUPANG – Sebanyak 470 mahasiswa Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tahun 2026 dengan fokus mendukung peningkatan mutu pendidikan dan penguatan ketahanan pangan di daerah.
Kegiatan pembekalan mahasiswa Kukerta berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Jumat (29/5/2026), dan dihadiri Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, jajaran PGRI, pimpinan perguruan tinggi, serta para mahasiswa peserta Kukerta.
Mengusung tema “Membangun Mahasiswa Kukerta yang Adaptif, Inovatif, dan Berdampak Bagi Masyarakat”, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Asty Laka Lena sebagai Ibunda Guru PGRI NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyoroti kondisi pendidikan di NTT yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan agar kualitas sumber daya manusia di daerah dapat meningkat.
“Ada hal yang harus kita evaluasi bersama dalam cara mengurus pendidikan di NTT. Kita membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, PGRI, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan agar mutu pendidikan semakin baik,” kata Gubernur.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah menyiapkan sejumlah program percontohan peningkatan kualitas pendidikan yang akan dimulai di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu. Program tersebut juga akan dibarengi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru sebagai salah satu faktor penting dalam pembangunan pendidikan.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede mengajak para mahasiswa Kukerta untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung program pembangunan daerah, termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Menurut Yosef, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghalang untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat.
“Walaupun kemampuan keuangan daerah terbatas, hal itu tidak membuat kami putus asa. Keterbatasan anggaran tidak boleh membatasi pemikiran kita untuk terus berjuang demi masyarakat. Hasil bumi masyarakat harus menjadi tumpuan utama dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Yosef juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif yang tersedia di desa sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Asty Laka Lena yang baru dilantik sebagai Ibunda Guru PGRI NTT menegaskan pentingnya kerja bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di NTT. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan tantangan pendidikan sebagai motivasi untuk terus berbenah.
“Peringkat pendidikan yang masih rendah harus menjadi cambuk bagi kita semua. Anak-anak NTT berhak mendapatkan pendidikan yang layak, bermutu, dan inklusif. Di tengah berbagai keterbatasan, kreativitas dan inovasi harus terus dikembangkan melalui kolaborasi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UPG 1945 NTT Ully Riwu Kaho, Ketua PGRI NTT Dr. Samuel Haning, perwakilan Pengurus Besar PGRI, serta pelajar SMA dan SMK dari berbagai wilayah di NTT.
Melalui program Kukerta ini, ratusan mahasiswa UPG 1945 NTT diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan ketahanan pangan di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.(Sys/ST).

