KUPANG – Sebanyak 150 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Persatuan Guru 1945 NTT resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Kabupaten Kupang selama kurang lebih dua bulan ke depan.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Kupang, Josef Lede, dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang, Selasa (2/6/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan UPG 1945 NTT dalam mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Josef Lede menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar kewajiban akademik yang harus diselesaikan mahasiswa, melainkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam membantu masyarakat melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kreativitas yang dimiliki.
“KKN adalah bentuk pengabdian yang sesungguhnya. Saya minta seluruh mahasiswa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan mengikuti seluruh standar operasional. Tinggalkan jejak yang baik di masyarakat. Disiplin dan kejujuran adalah modal penting untuk masa depan,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dan tidak hanya menjadi pengamat selama berada di lokasi pengabdian.
Menurut Josef Lede, Kabupaten Kupang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan hingga lingkungan hidup. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi yang ada.
“Hadir bukan untuk merasa lebih pintar, tetapi untuk belajar bersama, berbagi pengetahuan, dan memberikan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah menerima mahasiswa untuk melaksanakan program KKN di berbagai desa.
Ia menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah mendapatkan pembekalan terkait kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan berbagai potensi daerah sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
“Kami memastikan seluruh mahasiswa telah dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang cukup sebelum turun ke lapangan. Harapannya, mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa,” katanya.
Sebanyak 150 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 18 lokasi yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kupang Timur dan Kecamatan Kupang Barat.
Selama menjalankan program KKN, para mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta tim monitoring universitas guna memastikan seluruh program kerja berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rektor berharap mahasiswa mampu menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan di desa, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Pelepasan mahasiswa KKN ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung di lapangan, tetapi juga berkesempatan menjadi bagian dari proses pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapperida Kabupaten Kupang, Kabag Organisasi, Sekretaris Dinas Pendidikan, jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen pembimbing lapangan, serta Camat Kupang Timur dan Camat Kupang Barat.
Dengan semangat pengabdian dan dukungan dari berbagai pihak, kehadiran 150 mahasiswa KKN UPG 1945 NTT diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus membantu percepatan pembangunan di berbagai desa di Kabupaten Kupang.(Sys/ST)

