KUPANG – Organisasi Laskar Mandiri (LM) menyatakan kehadirannya sebagai wadah independen yang lahir dari keresahan sebagian generasi muda Exodus terhadap dinamika organisasi yang dinilai sarat kepentingan elit dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pendiri Laskar Mandiri, Andy Guterres, melalui rilis yang diterima media pada Rabu (4/6/2026).
Menurut Andy, pembentukan Laskar Mandiri merupakan respons atas kondisi yang berkembang dalam sejumlah organisasi yang selama ini berada di bawah payung Keluarga Besar Exodus. Ia menilai organisasi tersebut kerap diwarnai tarik-menarik kepentingan yang berdampak pada terganggunya semangat persatuan dan kebersamaan.
“Kami, Laskar Mandiri, menyatakan bahwa organisasi ini lahir dari kerinduan sebagian anak muda Exodus yang menginginkan ruang yang sehat, jujur, dan bebas dari kepentingan elit,” ujarnya.
Andy mengatakan, kehadiran Laskar Mandiri bertujuan menyediakan ruang alternatif bagi generasi muda Exodus yang ingin berorganisasi secara mandiri tanpa terlibat dalam konflik kepentingan maupun agenda politik kelompok tertentu.
Menurutnya, berbagai dinamika yang terjadi selama ini tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Exodus secara lebih luas.
Karena itu, pihaknya menegaskan bahwa Laskar Mandiri tidak ingin menjadi bagian dari pertarungan kepentingan yang mengatasnamakan Keluarga Besar Exodus.
“Kami tidak ingin lagi dibenturkan atau dimanfaatkan oleh kepentingan pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan Keluarga Besar Exodus,” tegasnya.
Andy menjelaskan, organisasi yang dipimpinnya dibangun di atas prinsip kemandirian, kejujuran, solidaritas, persatuan, dan kepentingan bersama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam setiap langkah dan program yang akan dijalankan oleh Laskar Mandiri.
Ia juga mengaku mencermati adanya berbagai upaya yang dinilai dapat memecah belah masyarakat melalui propaganda maupun adu domba demi kepentingan kekuasaan tertentu.
Atas dasar itu, Laskar Mandiri menyatakan sikap menolak segala bentuk intervensi kepentingan elit yang berpotensi merugikan masyarakat Exodus serta mengganggu persatuan yang selama ini terbangun.
Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam konflik yang didorong oleh kepentingan kekuasaan, menolak politisasi yang merugikan masyarakat, serta terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan di tengah Keluarga Besar Exodus.
Andy menegaskan bahwa kehadiran Laskar Mandiri bukan untuk memperkeruh situasi ataupun menciptakan perpecahan baru, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk membangun ruang yang lebih sehat dan inklusif bagi generasi muda.
“Kami hadir bukan untuk menambah perpecahan, tetapi untuk menjaga nilai persaudaraan, persatuan, dan masa depan generasi Exodus yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan deklarasi tersebut, Laskar Mandiri berharap dapat menjadi wadah yang independen, bermartabat, serta mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan di kalangan generasi muda Exodus tanpa terpengaruh kepentingan kelompok tertentu.(Sys/ST).

