KUPANG — Yosef Lede secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Gereja Pelangi Kasih Sulamu, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Zimrat M. S. Karmany, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengapresiasi semangat gotong royong jemaat dalam mendukung pembangunan rumah ibadah tersebut. Namun ia mengingatkan bahwa pembangunan gereja tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, melainkan juga harus diiringi pembangunan iman dan persekutuan di tengah jemaat.

“Membangun rumah Tuhan itu penting, tapi yang tak kalah penting adalah membangun persekutuan dan iman di dalam hati masing-masing,” ujar Bupati Yosef Lede.

Ia juga berpesan agar seluruh jemaat dan panitia pembangunan tetap menjaga kekompakan serta tidak mudah terpecah hanya karena persoalan kecil selama proses pembangunan berlangsung.

“Jangan hanya gara-gara hal kecil, sudah saling tersinggung. Hanya karena panitia lupa undang atau lupa kasih tahu, langsung marah-marah. Harus tetap sehati dan sepikir sampai pembangunan ini tuntas bersama,” tegasnya.

Bupati Kupang juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan rumah ibadah.

Sementara itu, dalam khotbahnya, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, menegaskan bahwa peletakan batu pertama pembangunan gereja merupakan sebuah peristiwa iman yang harus dimaknai secara mendalam.

Menurutnya, kemegahan bangunan gereja tidak akan berarti apabila tidak dibangun di atas kasih, persatuan, dan kekuatan persekutuan jemaat.

“Bangunan yang megah harus melambangkan hati. Kalau Tuhan yang membangun rumah, maka sia-sialah usaha mereka yang membangunnya. Jangan sampai gedung jadi megah, tapi persekutuan hancur, itu semua jadi sia-sia,” katanya.

READ  Satbinmas Polresta Kupang Kota Sambangi Pasar Oesapa, Pantau Harga Sembako Jelang Idul Fitri

Ia juga menyampaikan sebuah perumpamaan tentang pentingnya menjaga persatuan dalam persekutuan jemaat.

“Samudra begitu luas tidak akan menenggelamkan sebuah sampan, kecuali sampan itu membiarkan air masuk dan menenggelamkannya,” ujar Pdt. Karmany.

Menurutnya, pembangunan gereja harus dimulai dari hati yang tulus dan semangat kasih yang kuat agar kehadiran gereja benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat.

“Pelangi Kasih berarti membawa kasih. Biarlah setiap orang yang datang ke sini pulang dengan sukacita,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pembangunan, Pelt S. Nafi, menjelaskan bahwa pembangunan gereja dilakukan untuk menyediakan sarana ibadah yang lebih layak dan memadai bagi jemaat.

Ia menyebutkan, gedung gereja akan dibangun di atas lahan berukuran 24 x 54 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 388 meter persegi. Proyek pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam tahun dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp1,7 miliar.

Turut hadir mendampingi Bupati Kupang dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten II Sekda Kabupaten Kupang Charles Banamtuan, Kadis Perhubungan Frits Kuhurima, Kadis Perindah Adriel Abineno, Kadis Nakertrans Yesai Lanus, Kabag Protokol Beni Selan, serta Camat Sulamu Yosafat Dokoebani.(Sys/ST).

Most Popular