KUPANG – Sebanyak 264 petinju dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, luar daerah, hingga Timor Leste ambil bagian dalam Open Turnamen Tinju Amatir Piala Rektor Cup III Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT Tahun 2026 yang resmi dibuka di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Kamis (4/6/2026).
Kejuaraan yang dirangkaikan dengan turnamen futsal tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma. Turnamen mengusung tema “Ayo Bangun Nusa Tenggara Timur dan Ayo Bangun Kejayaan Olahraga Tinju di Nusa Tenggara Timur” sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Cabang olahraga tinju berlangsung pada 4 hingga 10 Juni 2026 di GOR Oepoi Kupang. Sebanyak 264 atlet mengikuti kejuaraan tersebut, terdiri dari 46 petinju putri dan 218 petinju putra.
Mereka bertanding pada berbagai kategori, yakni Junior Girls sebanyak 13 petinju, Junior Boys 49 petinju, Youth Girls 16 petinju, Youth Boys 53 petinju, Elite Women 17 petinju, serta Elite Men yang menjadi kategori terbanyak dengan 116 petinju.
Para atlet berasal dari 28 tim yang terdiri atas sasana tinju, perguruan tinggi, Pengkab dan Pengkot Pertina, PPLD, SKO se-NTT, termasuk kontingen dari Timor-Leste yang mengirimkan delapan tim untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan setiap kejuaraan merupakan kesempatan bagi atlet untuk mengukur hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Setiap kejuaraan adalah ajang uji coba teknik, taktik, dan stamina yang sudah kita latih di tempat latihan masing-masing. Inilah tempat kita mempraktikkan seluruh keterampilan yang telah diperoleh. Kejuaraan seperti ini memberikan pengalaman dan menambah jam terbang bagi para atlet,” ujarnya.
Mantan atlet tinju nasional itu menegaskan bahwa pengalaman bertanding menjadi modal penting dalam meraih prestasi. Oleh sebab itu, kejuaraan seperti Piala Rektor UPG 1945 memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.
Menurut Johni, tinju masih menjadi salah satu cabang olahraga andalan NTT untuk meraih prestasi pada ajang nasional. Ia bahkan menargetkan cabang olahraga tinju mampu menyumbangkan sedikitnya empat medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, saat NTT menjadi salah satu tuan rumah.
“Tinju dan cabang olahraga bela diri lainnya merupakan salah satu kekuatan olahraga NTT yang kita andalkan untuk meraih medali pada PON mendatang. Kejuaraan ini menjadi ajang persiapan menghadapi event besar tersebut,” katanya.
Johni juga memberikan apresiasi kepada UPG 1945 NTT yang secara konsisten mendukung pengembangan olahraga melalui berbagai program pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi.
Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada kontingen Timor Leste yang turut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Menurutnya, olahraga menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan persaudaraan antara NTT dan Timor Leste.
“Kita berharap Timor Leste terus berpartisipasi dalam berbagai pertandingan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai negara tetangga, hubungan ini harus terus kita perkuat melalui olahraga,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Uly J. Riwu Kaho, mengatakan kampus yang dipimpinnya telah berkomitmen membina atlet sejak tahun 2012 melalui berbagai program pengembangan prestasi olahraga.
Menurutnya, sejumlah atlet binaan UPG 1945 NTT telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional pada berbagai cabang olahraga seperti tinju, kempo, karate, atletik, sepak takraw, silat, hingga tarung derajat.
“Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti bahwa putra-putri Nusa Tenggara Timur memiliki bakat, karakter, dan daya juang yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Kejuaraan Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT diharapkan menjadi ajang lahirnya petinju-petinju potensial yang mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat persiapan daerah menuju PON 2028.(Sys/ST).

