KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membuka peluang kerja sama internasional guna mengoptimalkan potensi sumber daya alam daerah. Salah satunya melalui pengembangan industri garam yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung kebutuhan nasional sekaligus menarik investasi.

Komitmen tersebut terlihat saat Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, bersama jajaran BCI Minerals Limited di VIP Pemda Bandara El Tari, Kupang, Kamis (25/6/2026).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Managing Director BCI Minerals David Boshoff, General Manager BCI Minerals Tony Pekin, Counsellor Ekonomi KBRI Canberra Prayoga Limantara, Konsul Ekonomi KJRI Perth Ganis Garnisa, serta Staf Fungsi Ekonomi KJRI Perth Michael Nio.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan agenda utama membahas peluang kerja sama pengembangan industri garam nasional, termasuk investasi di sektor garam industri di Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa NTT memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi garam industri di Indonesia. Didukung iklim yang kering, kawasan pesisir yang luas, serta tingkat penyinaran matahari yang tinggi, NTT dinilai memiliki keunggulan untuk menghasilkan garam berkualitas tinggi.

“NTT memiliki potensi garam industri yang sangat baik dan layak dikembangkan. Dengan kolaborasi yang tepat antara pemerintah dan investor, kami optimistis sektor ini dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung kebutuhan garam nasional,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, pengembangan industri garam tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, menyampaikan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Australia memiliki peluang besar untuk terus diperkuat, termasuk melalui investasi di sektor-sektor strategis seperti industri garam.

READ  Warga Oesapa Keluhkan Kamtibmas dan Penerangan hingga Jalan Rusak

Kehadiran BCI Minerals Limited dalam audiensi tersebut menjadi bagian dari penjajakan peluang investasi sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan industri garam yang berkelanjutan.

Di akhir pertemuan, Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik kunjungan Dubes RI untuk Australia bersama jajaran BCI Minerals dan berharap pembahasan yang telah dilakukan dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret.

“Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan potensi garam di NTT, meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat posisi NTT sebagai salah satu pusat produksi garam industri nasional,” tutup Gubernur.(Sys/ST)

Most Popular