ATAMBUA – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Belu. Kerja sama tersebut dipastikan akan terus berlanjut sebagai bentuk sinergi jangka panjang dalam pengembangan seni, budaya, dan pendidikan, tanpa terpengaruh oleh pergantian kepemimpinan di masa mendatang.
Komitmen itu disampaikan Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kedua antara ISI Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Belu.
Menurut Dr. Bondet, kerja sama yang telah dibangun selama ini menjadi fondasi kuat untuk mengembangkan program-program akademik yang lebih luas dan berdampak, termasuk memperluas jejaring kolaborasi hingga melibatkan Timor Leste.
“Kami akan bekerja sama dengan Timor Leste untuk menjalankan beberapa program terkait akademik, termasuk kolaborasi antar-mahasiswa yang dapat mewujudkan persatuan di antara dua negara,” ujar Dr. Bondet.
Ia menjelaskan, ISI Surakarta telah menyiapkan sejumlah program konkret, seperti pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga penciptaan karya seni lintas negara. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Belu diharapkan menjadi jembatan diplomasi budaya antara Indonesia dan Timor Leste.
Menurutnya, letak geografis Belu sebagai daerah perbatasan memberikan peluang besar untuk membangun kerja sama seni dan budaya yang mampu mempererat hubungan kedua negara melalui jalur akademik.
Kerja sama tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Belu yang tengah mengupayakan Tari Likurai didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya bersama Indonesia dan Timor Leste. Kehadiran ISI Surakarta diharapkan dapat memperkuat kajian akademik, dokumentasi, serta aspek artistik yang dibutuhkan dalam proses tersebut.
Dr. Bondet menegaskan, kemitraan antara ISI Surakarta dan Pemkab Belu bukanlah kerja sama jangka pendek, melainkan komitmen yang akan terus dijaga dan dikembangkan.
“Kami berharap ke depan, dengan adanya kerja sama ini, tidak pernah akan berhenti. Siapapun pimpinannya nanti, tetap membangun hubungan antara dua institusi, mungkin juga dengan Timor Leste, masih tetap akan dilanjutkan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Rektor ISI Surakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Belu atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada institusinya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi seni memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, pelestarian budaya, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Dengan komitmen yang terus diperkuat, kerja sama antara ISI Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Belu diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi di bidang seni dan budaya, sekaligus membuka peluang pengakuan internasional terhadap kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Belu dan kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.(Sys/ST).

