KUPANG – Sebuah kisah inspiratif datang dari Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Di balik tungku yang dulu digunakan untuk menyuling minuman keras tradisional jenis sopi, kini lahir harapan baru melalui usaha produksi garam. Perubahan itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan dengan pendekatan humanis mampu mengubah kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Perubahan tersebut dialami Jonatan Tallo, warga Kelurahan Sikumana. Jika sebelumnya aktivitas di rumahnya identik dengan penyulingan sopi, kini tungku yang sama dimanfaatkan untuk mengolah air garam menjadi garam konsumsi yang legal dan bernilai ekonomi.
Transformasi itu tidak terjadi begitu saja. Di balik perubahan tersebut ada peran Bripka Marsel Nite, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, yang secara konsisten melakukan pendekatan persuasif kepada warga binaannya.
Alih-alih mengedepankan tindakan represif, Bripka Marsel memilih membangun komunikasi yang baik, memberikan edukasi, serta mendorong Jonatan agar beralih ke usaha yang lebih aman, legal, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pendekatan yang penuh kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil. Jonatan menerima ajakan tersebut dan mulai memanfaatkan peralatan yang sebelumnya digunakan untuk menyuling sopi menjadi sarana produksi garam.
Kini, usaha tersebut mulai memberikan harapan baru bagi keluarganya. Selain memperoleh penghasilan yang halal dan legal, Jonatan juga tidak lagi berhadapan dengan risiko hukum akibat aktivitas penyulingan minuman keras.
Kisah ini menjadi contoh bahwa tugas seorang Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai pembina, sahabat, sekaligus penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
Melalui sentuhan kemanusiaan, dialog, dan pendampingan, perubahan yang sebelumnya dianggap sulit ternyata dapat diwujudkan. Dari tungku yang dahulu menghasilkan sopi, kini lahir garam yang menjadi sumber penghidupan baru.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menginspirasi warga lain yang masih menjalankan usaha serupa agar berani beralih ke mata pencaharian yang lebih produktif, legal, dan berkelanjutan.
Kisah Jonatan Tallo membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kemauan untuk berubah dan adanya sosok yang tulus membimbing. Dari sebuah tungku sederhana di Kelurahan Sikumana, lahirlah cerita tentang harapan, ketekunan, dan masa depan yang lebih baik bagi sebuah keluarga.(Sys/ST)

