KUPANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius S.J. Sanam, menghadiri peluncuran Program Desa Binaan sekaligus melepas 78 mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Santo Paulus, Gedung Rektorat Lantai IV UNWIRA, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Jumat (10/7/2026).

Mewakili Pemerintah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam menyampaikan apresiasi kepada UNWIRA yang terus konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, Program Desa Binaan merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Program Desa Binaan bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi ruang kolaborasi strategis antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun desa yang maju dan mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kupang melalui Delapan Asa Kabupaten Kupang yang memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta penguatan sumber daya manusia.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi desa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami persoalan sosial sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan.

Kepada para mahasiswa, Sekda berpesan agar selalu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati budaya dan kearifan lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Hadirlah sebagai mitra yang siap belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan desa,” pesannya.

Sementara itu, Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., mengatakan Program Desa Binaan merupakan implementasi nyata kebijakan nasional Kampus Berdampak, yang menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

READ  Doa Syukur Golkar NTT untuk Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWIRA, Yanti Paula Bria, menjelaskan program akan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Sebanyak 78 mahasiswa dari 11 program studi dan enam fakultas akan diterjunkan ke Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan. Mereka akan melaksanakan berbagai program prioritas, antara lain pencegahan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, pelestarian budaya lokal, peningkatan literasi, pengelolaan air bersih, pengembangan UMKM, pemberdayaan peternakan, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Pelaksanaan Program Desa Binaan mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, di antaranya Solar Chapter Indonesia, Buku Bagi NTT, Media Cakrawala NTT, HIPMI Kota Kupang, AVA Farm, serta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Bapperida Provinsi NTT, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kupang, Camat Amarasi Selatan, Kepala Desa Nekmese, jajaran pimpinan UNWIRA, dosen pendamping, serta para mahasiswa peserta Program Desa Binaan.(Sys/ST).

Most Popular