KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa disiplin dan kesehatan merupakan dua fondasi penting yang harus dimiliki setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Rabu (17/6/2026).

Upacara yang diperingati setiap tanggal 17 setiap bulan itu diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT dan dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat pengabdian serta pemberhentian dengan hormat kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki batas usia pensiun untuk periode Juli 2026 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka selama bertugas.

Dalam amanatnya, Johni Asadoma mengingatkan bahwa disiplin bukan sekadar menaati aturan, tetapi merupakan cerminan integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme seorang aparatur negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mencontohkan bahwa hal sederhana seperti membentuk barisan yang rapi dalam upacara sudah mencerminkan budaya disiplin yang harus dimiliki setiap ASN.

“Kalau hal sederhana seperti barisan yang rapi saja tidak bisa dilakukan, maka jangan berharap kita bisa maju. Negara-negara maju membangun budaya disiplin sejak usia dini melalui pendidikan karakter. Orang tua di sana lebih khawatir jika anaknya tidak disiplin, tidak tertib, atau tidak menghormati orang lain daripada sekadar mendapat nilai akademik yang rendah. Itu menunjukkan bahwa fondasi kesuksesan dimulai dari kedisiplinan,” tegasnya.

Menurut Wakil Gubernur, tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks membutuhkan ASN yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter kuat yang dibangun di atas nilai kejujuran, loyalitas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.

READ  Komitmen Jaga Kamtibmas, Polresta Kupang Kota Musnahkan 5.376 Liter Miras Ilegal

Selain menyoroti aspek disiplin, Johni Asadoma juga mengajak seluruh ASN untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Ia menilai kesehatan merupakan modal utama dalam mendukung produktivitas kerja dan kualitas pelayanan publik.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita harus selalu siap menjalankan tugas. Karena itu, kesehatan harus dijaga dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengatur pola makan, dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik agar tubuh tetap bugar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, mampu menyelesaikan tugas secara optimal, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya, kondisi kesehatan yang terganggu dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan program pembangunan.

Untuk itu, Johni mengimbau seluruh ASN agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah, termasuk Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kalau sudah merasakan gejala kurang sehat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Akan tetapi, lebih baik lagi jika kita rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah pencegahan agar kondisi tubuh tetap terjaga,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Kesadaran Nasional menjadi pengingat bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, profesionalisme, serta kesadaran menjaga kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap tercipta aparatur yang berkualitas, sehat, disiplin, dan berintegritas sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.(Sys/ST).

Most Popular