SOE,TTS – Rumah Bersalin Permata Hati menggelar mini bakti sosial (baksos) skrining HPV DNA dan event USG bagi peserta Posyandu serta anak-anak PAUD Permata Hati.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (15/4/2026) di Rumah Bersalin Permata Hati, Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Ketua TP-PKK Kabupaten TTS, Staf Ahli TP-PKK, Camat Kota Soe bersama jajaran, Ketua TP-PKK Kecamatan Kota Soe, jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Kota Soe, Lurah Nunumeu, Ketua TP-PKK Kelurahan Nunumeu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten TTS bersama anggota, tim dari Prenalova Kupang, guru PAUD, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta para peserta skrining dan ibu hamil bersama anak-anak PAUD dan Posyandu Permata Hati.

Ketua TP-PKK Kabupaten TTS, Ana Ani Lioe Ataupah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Rumah Bersalin Permata Hati yang terus berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Menurutnya, skrining HPV DNA merupakan langkah penting untuk mendeteksi secara dini keberadaan virus Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena membantu perempuan melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks. Jika penyakit ini ditemukan sejak awal, maka peluang untuk ditangani dan disembuhkan akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Ia juga mengajak para perempuan, khususnya para ibu di Kabupaten TTS, agar semakin peduli terhadap kesehatan diri dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Sementara itu, pimpinan Rumah Bersalin Permata Hati, Maria Dambuk, S.Tr.Keb, kepada wartawan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17 Rumah Bersalin Permata Hati sekaligus menyongsong Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.

READ  Bupati TTS Surati Menkeu, Minta Dana Desa Tahap II Dicairkan: 221 Desa Terancam Macet karena Rp51 Miliar Belum Turun

Kegiatan ini mengusung tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045” dengan slogan “One Million More Midwives.”

Maria menjelaskan bahwa Rumah Bersalin Permata Hati didirikan pada 14 April 2009 dan berlokasi di RT 015 RW 04 Kelurahan Nunumeu. Sejak berdiri hingga saat ini, fasilitas kesehatan tersebut fokus memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Selama 17 tahun melayani masyarakat, Rumah Bersalin Permata Hati didukung oleh empat bidan yang aktif memberikan pelayanan. Hingga saat ini kami telah membantu sekitar 900 proses kelahiran dan melakukan rujukan sebanyak 112 ibu hamil dan ibu bersalin ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk menyelenggarakan kegiatan skrining HPV DNA guna memperkenalkan kepada kaum perempuan di Kabupaten TTS pentingnya melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks.

“Kanker serviks merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan bisa mematikan. Namun sebenarnya penyakit ini dapat dicegah apabila ditemukan sejak dini. Karena itu kami mengajak para perempuan untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Selain skrining HPV DNA, kegiatan tersebut juga menghadirkan event USG bagi ibu hamil melalui kerja sama antara Rumah Bersalin Permata Hati dan tim Prenalova Kupang. Program ini bertujuan agar ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan USG sejak trimester pertama untuk memantau kondisi janin secara lebih dini.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi skrining HPV DNA bagi perempuan yang telah aktif secara seksual, pemeriksaan USG bagi ibu hamil, kegiatan Posyandu, aktivitas PAUD Permata Hati, serta pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta.

READ  PMI TTS Dikukuhkan, Bupati Eduard Tegas: Jangan Jadi Organisasi Seremonial

Sasaran kegiatan skrining HPV DNA adalah perempuan dari wilayah Kota Soe, Kecamatan Nulle dan sekitarnya. Sementara event USG diperuntukkan bagi ibu hamil dari wilayah Kota Soe, Nulle, KiE dan sekitarnya. Sedangkan kegiatan Posyandu dan PAUD diikuti oleh anak-anak dan keluarga peserta Posyandu Permata Hati.

Maria menambahkan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Rumah Bersalin Permata Hati dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, IBI Cabang TTS, Puskesmas Kota Soe serta tim Prenalova Kupang.

“Seluruh kegiatan ini dibiayai dari sumber dana Rumah Bersalin Permata Hati. Hasil kegiatan hari ini nantinya akan dilaporkan secara tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS melalui Puskesmas yang wilayahnya menjadi sasaran kegiatan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi serta kesehatan ibu dan anak demi terciptanya generasi yang sehat di masa depan.(Sys/ST).

Most Popular