ENDE – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau tambahan les, tetapi juga oleh kehadiran dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar di rumah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan tatap muka bersama guru dan kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Ende yang berlangsung di SMKN 1 Ende, dalam rangka membahas implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Pengaturan Jam Belajar Anak di Rumah.

Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu khusus setiap malam guna mendampingi anak belajar di rumah. Menurutnya, perhatian dan kebersamaan keluarga sering kali lebih dibutuhkan anak dibandingkan tambahan kegiatan belajar di luar sekolah.

“Kadang yang dibutuhkan anak bukan tambahan les, tapi tambahan waktu bersama orang tuanya,” ujar Gubernur.

Melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT mendorong pelaksanaan jam belajar anak di rumah setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Pada waktu tersebut, keluarga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dengan mengurangi penggunaan gawai dan memperkuat interaksi antara orang tua dan anak.

“Setiap pukul 18.00–19.30 WITA, kami ingin menghadirkan sesuatu yang sederhana namun sangat berharga, yaitu meja belajar yang hidup, gadget yang disimpan sejenak, dan percakapan hangat antara anak dengan orang tua,” katanya.

Menurut Melki, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak hanya menghabiskan sebagian kecil waktunya di sekolah, sedangkan proses tumbuh kembang dan pembentukan karakter lebih banyak terjadi di lingkungan keluarga.

Karena itu, ia menilai keberhasilan pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

READ  Ternak Lepas Bebas di Pulau Rote: Persilangan Tradisi, Alam, dan Realitas Ekonomi

“Anak hanya beberapa jam berada di sekolah, tetapi sebagian besar waktunya tumbuh di rumah. Karena itu, keberhasilan pendidikan bukan hanya tugas guru, melainkan kerja bersama keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak seluruh orang tua di NTT untuk kembali membangun budaya belajar di rumah sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, masa depan NTT tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah atau pembangunan fisik, tetapi juga melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang tumbuh di setiap keluarga.

“Mari kita hidupkan kembali budaya belajar di rumah. Karena masa depan NTT sedang dibentuk dari meja-meja belajar di setiap keluarga hari ini,” ungkapnya.

Ia pun mengajukan pertanyaan reflektif kepada para guru dan orang tua yang hadir terkait komitmen keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

“Apakah keluarga Anda siap meluangkan 1,5 jam setiap malam untuk masa depan anak-anak kita?” tanyanya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap implementasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 dapat memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di seluruh wilayah NTT.(Sys/ST)

Most Popular