KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya mendorong transformasi gerakan mahasiswa dari sekadar ruang diskusi menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menerima audiensi jajaran Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Ruang Kerja Gubernur NTT, Kupang, Selasa (7/7/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua PKC PMII Bali Nusra Ahmad Muzakkir, Direktur LBH PMII Bali Nusra Bang Sahrul, Pengurus Bidang Perekonomian dan Investasi PMII Bali Nusra Yogi Pratama, Ketua PKC Bidang Hubungan Antar Kelembagaan Abdul Latif S. Wutun, serta Ketua PMII Kupang Farqhih Pradana.
Dalam pertemuan itu, Ketua PMII Kupang Farqhih Pradana menyatakan kesiapan organisasinya mendukung program One Village One Product (OVOP) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Menurutnya, PMII ingin mengambil peran nyata melalui penguatan kewirausahaan dan investasi di tengah masyarakat.
“PMII kini bukan sekadar orasi tetapi ingin berwirausaha. Berkaitan dengan OVOP, kami juga ingin ambil bagian di dalamnya,” ujar Farqhih.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas semangat PMII untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan, terutama melalui perluasan akses pembiayaan bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha.
“Saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan program KUR Masuk Kampus yang sudah berjalan di Universitas Nusa Cendana. Mahasiswa yang memiliki keinginan berbisnis akan difasilitasi melalui Kredit Usaha Rakyat. Ke depan, program ini juga akan dikembangkan menjadi KUR Masuk Sekolah,” jelas Gubernur.
Melki juga mengajak PMII mencontoh keberhasilan kolaborasi PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad yang berhasil melahirkan produk Abon Ikan Tuna dan telah diluncurkan di Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Selain akses permodalan, Gubernur mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan peluang besar di sektor ekonomi syariah dan jaminan produk halal yang saat ini memiliki prospek pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, jajaran PMII menyatakan siap memanfaatkan jejaring organisasi di tingkat regional untuk membantu mempromosikan dan memperluas pemasaran produk-produk UMKM NTT hingga ke berbagai ajang internasional, termasuk event bergengsi seperti MotoGP.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan PMII diharapkan mampu mempercepat lahirnya wirausaha muda yang inovatif, memperkuat pengembangan produk unggulan desa melalui program OVOP, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Turut mendampingi Gubernur dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Sonny Libing, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT Viktor Manek, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Noldy Pellokila.(Sys/ST).

