MALAKA – Kapolres Malaka, Riki Ganjar Gumilar menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan penuh terhadap perayaan Dies Natalis ke-25 atau Pesta Perak Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Kefamenanu yang akan diperingati pada 13 Mei 2026 mendatang.

Menurut AKBP Riki Ganjar Gumilar, momentum seperempat abad perjalanan organisasi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian PMKRI dalam menjaga nilai Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas, khususnya di wilayah perbatasan Pulau Timor.

Dalam keterangannya, Kapolres Malaka menegaskan pentingnya membangun kekuatan bangsa melalui persatuan dan kasih di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Ia menilai PMKRI telah menunjukkan kontribusi nyata sebagai organisasi kader yang konsisten menjaga nilai kebangsaan dan hadir bersama masyarakat dalam merespons berbagai persoalan sosial.

“Saya AKBP Riki Ganjar Gumilar, Kapolres Malaka, mengucapkan selamat dan sukses atas peringatan Dies Natalis ke-25 PMKRI Cabang Kefamenanu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemahasiswaan, menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bersama PMKRI, kita rajut kekuatan bangsa yang penuh kasih, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya.

Ucapan tersebut kemudian ditutup dengan semboyan khas organisasi PMKRI, “Pro Ecclesia Et Patria – Untuk Gereja dan Tanah Air.”

Sementara itu, panitia menyiapkan perayaan Dies Natalis ke-25 PMKRI Cabang Kefamenanu secara besar dan penuh makna. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 17 Mei 2026 dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga kalangan pemuda.

Kegiatan pembuka akan dipusatkan di Desa Taekas, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten TTU. Agenda awal diawali dengan aksi sosial peletakan batu pertama program bedah rumah bagi warga kurang mampu sebagai bentuk nyata pengabdian sosial organisasi.

READ  Motaain Border Expo 2025 Dorong Transformasi Ekonomi Kawasan Perbatasan

Desa Taekas dipilih karena memiliki nilai historis bagi PMKRI Cabang Kefamenanu. Desa tersebut merupakan lokasi pertama deklarasi organisasi pada 13 Mei 2001 silam.

Selama 25 tahun berdiri, PMKRI Cabang Kefamenanu dikenal aktif memperjuangkan berbagai isu pendidikan, kemanusiaan, advokasi sosial, hingga persoalan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Organisasi ini juga telah melahirkan banyak kader yang kini berkiprah di berbagai bidang pemerintahan, politik, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Puncak kegiatan nantinya akan ditutup dengan diskusi publik bertema “Darurat TPPO di NTT”. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk kepedulian PMKRI terhadap maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur.

Diskusi itu direncanakan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Gubernur NTT, Uskup Keuskupan Atambua, Bupati TTU, Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Ketua DPRD TTU, Kapolres TTU, pegiat kemanusiaan, hingga Senator DPD RI.

Panitia berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan, rekomendasi kebijakan, serta langkah konkret dalam mencegah dan menanggulangi persoalan perdagangan orang yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat NTT, khususnya pekerja migran.

Seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-25 PMKRI Cabang Kefamenanu dikoordinasikan langsung oleh Ketua Panitia, Felix Bere Nahak yang juga tercatat sebagai Ketua Presidium pertama PMKRI Cabang Kefamenanu sejak organisasi tersebut berdiri pada tahun 2001.(Sys/ST).

Most Popular