ATAMBUA– Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, meninjau langsung pelatihan pembuatan minyak kemiri yang digelar di Lopo Rumah Jabatan Bupati Belu, Kamis (16/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan lima unit alat press minyak biji kemiri untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Minyak kemiri yang diproduksi masyarakat Belu dinilai memiliki kualitas unggul karena diproses secara alami tanpa menggunakan bahan kimia.
Dalam arahannya, Tri Tito Karnavian mengapresiasi kualitas minyak kemiri khas Belu yang diproduksi secara organik. Ia menyoroti perbedaan produk tersebut dengan minyak kemiri yang banyak beredar di pasaran.
“Biasanya minyak kemiri di luar itu warnanya agak hitam karena dibakar, tetapi ternyata di sini tidak perlu dibakar. Ini sangat bagus, prosesnya alami dan benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, minyak kemiri telah lama dikenal memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan dan kecantikan rambut. Produk ini dipercaya dapat membantu menyuburkan rambut, membuatnya tampak hitam alami, serta menjaga kilau rambut.
Karena potensi tersebut, ia mendorong agar minyak kemiri khas Belu terus dikembangkan dan dipromosikan secara lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional. Ia berharap produk ini dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Tri Tito Karnavian juga menyampaikan harapannya agar minyak kemiri dari Kabupaten Belu dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan nasional, termasuk pada agenda pertemuan Penggerak PKK yang akan digelar di Makassar.
“Saya berharap nanti saat acara Penggerak PKK di Makassar, kita bisa melihat minyak kemiri unggulan dari Kabupaten Belu ditampilkan. Bahan bakunya mudah didapat, sehingga semua masyarakat memiliki kesempatan untuk memproduksinya,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para peserta pelatihan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri. Pengetahuan tentang pembuatan minyak kemiri diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga, anak-anak, maupun tetangga di lingkungan sekitar.
Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang mampu memproduksi minyak kemiri dan memanfaatkannya sebagai sumber
penghasilan tambahan bagi keluarga.
Pada kesempatan tersebut, penyerahan bantuan lima unit alat press minyak biji kemiri dilakukan secara simbolis dan diterima oleh Ketua TP PKK Kabupaten Belu yang didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten Belu.
Melalui bantuan alat modern tersebut, diharapkan proses produksi minyak kemiri di Kabupaten Belu dapat meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta memperkuat ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal yang tersedia.(Sys/ST).

