SOE, TTS – Upaya meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan terus dilakukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Salah satunya melalui survei kelayakan Mata Air Oemasi yang dilakukan oleh Marthen Natonis, S.Hut., M.Si., bersama masyarakat Dusun IV Nambaun, Desa Belle, Kecamatan Ki’e.
Survei tersebut bertujuan untuk menilai potensi Mata Air Oemasi sebagai sumber air bersih yang akan dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan warga di Dusun Nambaun yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Berdasarkan hasil survei lapangan, Mata Air Oemasi dinyatakan layak untuk dikembangkan. Sumber air tersebut diperkirakan mampu melayani kebutuhan sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Dusun IV Nambaun.
Mata Air Oemasi berada di poros Jalan Raya Belle–Kotolin dengan jarak kurang lebih 370 meter dari kawasan permukiman warga. Lokasi yang relatif dekat dengan permukiman dinilai sangat mendukung proses pengembangan jaringan distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk.
Marthen Natonis menjelaskan bahwa tahap awal pengembangan akan diawali dengan pembangunan bak penampung air sebagai pusat pengumpulan debit air dari mata air tersebut. Selanjutnya, air akan didistribusikan ke kawasan permukiman warga melalui sistem pemompaan.
“Berdasarkan hasil survei yang dilakukan bersama masyarakat, Mata Air Oemasi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai sumber air bersih bagi warga Dusun Nambaun. Ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Marthen Natonis berencana melakukan koordinasi dengan Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan. Koordinasi tersebut akan membahas berbagai aspek teknis maupun strategi pengelolaan agar pemanfaatan Mata Air Oemasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program penyediaan air bersih ini direncanakan mulai direalisasikan pada periode Juli hingga Agustus 2026. Dengan adanya pembangunan sarana air bersih tersebut, masyarakat Dusun IV Nambaun diharapkan segera menikmati akses air yang lebih mudah, aman, dan memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran air bersih tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan, mendukung aktivitas ekonomi keluarga, serta mendorong kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Masyarakat Dusun Nambaun pun menyambut baik rencana pengembangan Mata Air Oemasi tersebut. Mereka berharap program itu dapat segera direalisasikan sehingga persoalan keterbatasan air bersih yang selama ini dihadapi dapat teratasi.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan Perumda Air Minum, pengembangan Mata Air Oemasi diharapkan menjadi solusi nyata dalam mewujudkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi warga Desa Belle, khususnya di Dusun IV Nambaun, Kecamatan Ki’e.(Sys/ST).

