SOE, TTS – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di SD Inpres Nulle, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak usia sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Dalam kegiatan itu, para dokter gigi memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kondisi gigi siswa hingga tindakan pencabutan gigi susu yang sudah goyang.
Bakti sosial berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Mei 2026. Selain di SD Inpres Nulle, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah sekolah lain di wilayah Kabupaten TTS.
Ketua Panitia Baksos, drg. Ignasius Dimas Hans Situmorang mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan PDGI NTT yang tahun ini dipusatkan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.
“Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten di NTT. Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut sejak dini, khususnya usia sekolah, itu sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar sangat rentan mengalami kerusakan gigi, terutama pada gigi susu yang lebih mudah berlubang dibandingkan gigi permanen. Karena itu, edukasi dan pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar pertumbuhan gigi permanen anak tetap sehat.
Ia menjelaskan, tindakan pencabutan gigi umumnya dilakukan pada siswa kelas 1 dan 2 SD karena pada usia tersebut sedang terjadi proses pergantian gigi susu ke gigi permanen.
“Kalau bisa targetnya semua sekolah, tetapi dilakukan secara bertahap karena kegiatan bakti sosial ini hanya dilaksanakan sekali dalam setahun,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan gigi, para siswa juga diberikan edukasi tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar. Para dokter gigi mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi agar mudah dipahami dan diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Dimas berharap melalui kegiatan tersebut, para guru, siswa dan orang tua semakin sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan.
“Semoga semua guru, murid dan orang tua lebih sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting untuk kesehatan anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SD Inpres Nulle, Sami S. Sabuna menyambut baik kegiatan bakti sosial tersebut. Ia menilai kegiatan itu sangat membantu membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
“Kegiatan ini sangat bagus karena anak-anak bisa mulai terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak kecil. Mereka juga jadi lebih paham bagaimana cara merawat gigi dengan baik,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi, para siswa tampak antusias mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat para siswa diajak mempraktikkan cara menyikat gigi bersama dokter gigi dan tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut terus meningkat sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, percaya diri dan nyaman dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah.(Sys/ST).

