SUMBA TIMUR – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan di NTT.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Pembukaan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) di Jemaat Nggongi, Klasis Mahu-Karera, Kabupaten Sumba Timur.

Usai pembukaan sidang, Gubernur bersama para bupati se-Daratan Sumba mengikuti Seminar Panel yang membahas penguatan sinergi antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan itu, Melki mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kalau gereja dan pemerintah berjalan sendiri-sendiri, yang rugi adalah rakyat. Tapi kalau berjalan bersama, harapan akan tumbuh lebih cepat,” tegas Melki.

Ia menilai tema Sidang Sinode GKS ke-44, “Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus,” bukan sekadar tema persidangan, melainkan sebuah panggilan bersama untuk menjaga kehidupan, merawat sesama, melestarikan lingkungan, memperjuangkan keadilan, serta menghargai budaya sebagai anugerah Tuhan.

Menurut Melki, nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi NTT yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk gereja, tokoh adat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan pelaku usaha untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun NTT.

“Pembangunan akan berhasil jika semua pihak memiliki tujuan yang sama. Pemerintah membutuhkan dukungan gereja dan seluruh elemen masyarakat agar setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Melki menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), pimpinan Sinode GKS, para bupati dan wakil bupati se-Daratan Sumba, unsur Forkopimda, lembaga mitra, serta seluruh peserta yang hadir dalam Sidang Sinode ke-44 GKS.

READ  Gubernur NTT Dorong Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di Sumba Tengah

Ia berharap sidang tersebut tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi pelayanan gereja, tetapi juga melahirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan kehidupan sosial.

“NTT yang maju lahir dari kolaborasi, bukan berjalan sendiri. Mari kita terus bergandengan tangan membangun daerah, menjaga persatuan, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat,” tutupnya.

Sidang Sinode GKS ke-44 menjadi momentum memperkuat kemitraan antara gereja dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih maju dan sejahtera.(Sys/ST)

Most Popular