KUPANG – Potongan video dan foto yang memperlihatkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, sedang melihat telepon genggam saat mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Rote Ndao dan Amfoang, Kabupaten Kupang, Jumat (22/5/2026), viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet.
Dalam potongan video yang beredar, Gubernur Melki tampak sesekali melihat layar telepon genggam ketika Wakil Presiden berdialog dengan masyarakat. Kondisi itu kemudian memunculkan persepsi bahwa orang nomor satu di NTT tersebut tidak fokus mengikuti jalannya dialog.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Lery Rupidara, memberikan klarifikasi.
Menurut Lery, situasi sebenarnya tidak seperti yang dipersepsikan publik melalui potongan video maupun foto yang beredar.
“Situasi yang sebenarnya berbeda dari apa yang terlihat dalam satu frame foto atau video tersebut. Saat itu Gubernur Melki dengan HP-nya sedang mencatat poin-poin penting yang berlangsung dalam dialog tersebut,” jelas Lery.
Ia mengatakan, penggunaan perangkat digital dalam aktivitas pemerintahan saat ini merupakan hal yang lazim, terutama untuk mencatat arahan, menindaklanjuti aspirasi masyarakat, hingga melakukan koordinasi cepat di lapangan.
“Secara teknis operasional, setiap orang punya cara sendiri dalam bekerja khususnya dalam catat-mencatat, apalagi situasinya berlangsung di lapangan,” ujarnya.
Lery juga menegaskan bahwa Gubernur Melki memang terbiasa menggunakan telepon genggam sebagai sarana kerja, termasuk untuk mencatat berbagai poin penting saat menghadiri kegiatan resmi.
“Gubernur Melki memang terbiasa menggunakan HP untuk mencatat, merespons secara cepat berbagai hal dan ini sama sekali jauh dari interpretasi tidak fokus ataupun interpretasi lainnya,” katanya.
Menurutnya, persepsi publik yang muncul akibat potongan video singkat merupakan hal yang wajar di era media sosial. Namun, ia berharap masyarakat dapat melihat konteks secara utuh sebelum menarik kesimpulan.
“Sah-sah saja jika ada persepsi seolah-olah gubernur tidak fokus, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah seperti yang saya jelaskan itu,” tambahnya.
Lery menegaskan, Gubernur Melki sangat menghargai kunjungan Wakil Presiden ke wilayah NTT, khususnya dalam menyerap langsung aspirasi masyarakat terkait persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar di daerah perbatasan.
“Gubernur sebagai pemimpin masyarakat dan daerah ini menaruh apresiasi dan berterima kasih atas kunjungan Bapak Wapres berikut dialog-dialog bersama masyarakat yang berlangsung di lapangan serta berkomitmen untuk langkah-langkah tindak lanjutnya,” jelasnya.
Ia pun menutup klarifikasi dengan mengajak masyarakat untuk tidak mudah salah menafsirkan potongan video atau foto yang beredar di media sosial.
“Gubernur Melki itu selalu respek terhadap lingkungannya, respek terhadap masyarakat, respek terhadap sistem. Salah tafsir atas HP di tangan Gubernur NTT itu adalah dinamika dari masa depan NTT yang lebih baik melalui kunjungan Bapak Wakil Presiden RI,” pungkas Lery.(Sys/ST)

