KUPANG – Dampak gempa bumi di Adonara, Nusa Tenggara Timur, masih menyisakan trauma mendalam. Ratusan warga terdampak memilih bertahan tidur di luar rumah, meski bantuan sudah mulai disalurkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur mencatat, hingga Minggu (12/4/2026), sebanyak 1.383 jiwa masih mengungsi di sejumlah titik di dua desa terdampak, yakni Desa Terong dan Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nebo Tukan, mengatakan keputusan warga bertahan di tenda dipicu rasa takut terhadap gempa susulan.

“Warga masih trauma, sehingga memilih tidur di luar rumah menggunakan tenda,” ujarnya, Senin (13/4).

Gempa berkekuatan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Jumat (9/4) dini hari tersebut menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan.

Berbeda dengan bencana lain yang memusatkan pengungsian di satu titik, BPBD memilih mendirikan tenda secara tersebar di dekat rumah warga. Hal ini dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Kami tidak kumpulkan di satu lokasi, karena warga masih bisa beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Selain penanganan darurat, bantuan logistik juga mulai disalurkan, termasuk kebutuhan pokok seperti beras untuk para pengungsi.

Namun, rasa waswas belum sepenuhnya hilang. Sejumlah warga di desa sekitar yang tidak terdampak langsung pun memilih berjaga-jaga.

Josep, warga Desa Baniona, Kecamatan Wotan Ulumado, mengaku sudah empat malam tidur di teras rumah bersama warga lainnya.

“Di desa kami tidak ada rumah rusak, tapi kami tetap tidur di luar untuk berjaga-jaga kalau ada gempa susulan,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada koordinat 8,36 LS dan 123,15 BT, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman lima kilometer.

READ  Kisah Ma Ani Soka, Penjual Nasi Berhati Mulia di Kupang yang Menginspirasi Banyak Orang

Hingga kini, kondisi psikologis warga menjadi perhatian utama, di samping percepatan penanganan kerusakan rumah dan pemulihan pascabencana. (ant/ST)

Most Popular