KUPANG – Di balik kesederhanaan sebuah warung nasi di Jalan Nangka, Kota Kupang, tersimpan kisah ketulusan yang menyentuh hati banyak orang. Ma Ani Soka, seorang penjual nasi, dikenal luas karena kebaikan hatinya yang kerap membagikan nasi, lauk, bahkan minuman secara gratis kepada pengunjung warungnya yang membutuhkan.
Kedermawanan Ma Ani membuat warung kecilnya tak pernah sepi pengunjung. Tak hanya warga biasa, bahkan Kapolda NTT pernah singgah ke warung Ma Ani hanya untuk menikmati sarapan pagi. Kehadirannya menjadi bukti bahwa ketulusan tidak pernah mengenal batas status sosial.
Di media sosial, kisah Ma Ani viral dan menuai pujian dari warganet. Banyak yang terharu dengan ketulusannya, bahkan menyebut, “Ma Ani bukan berbisnis dengan manusia, tapi berbisnis dengan Tuhan.”
Ungkapan itu menggambarkan bagaimana Ma Ani memandang usahanya bukan semata mencari keuntungan, melainkan ladang berbagi berkat.
Dengan tutur kata yang lembut dan sikap yang sopan, Ma Ani kerap menginspirasi siapa pun yang datang ke warungnya. Di balik kebaikannya, tersimpan kisah masa lalu yang penuh perjuangan.
Ia pernah berada di titik kehidupan yang sulit, saat hanya memiliki sedikit uang namun sangat ingin makan nasi Padang di sebuah warung.
Kala itu, pemilik warung nasi Padang tersebut dengan tulus mengizinkan Ma Ani makan secara gratis.
Pengalaman sederhana namun penuh makna itulah yang membekas kuat di hatinya, hingga akhirnya mendorong Ma Ani untuk melakukan hal serupa kepada orang lain.
“Sediakan sebungkus nasi untuk mereka, maka engkau akan diberkati,” ujar Ma Ani dengan penuh ketulusan, Selasa (3/2/2026).
Kata-kata tersebut sederhana, namun sarat makna tentang empati, berbagi, dan kepercayaan akan berkat Tuhan.
Bagi Ma Ani, berbagi bukan soal seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa besar hati untuk peduli.
Salah seorang warga Porukai Toraii yang ditemui Siarantimor.com menuturkan bahwa Ma Ani adalah cerminan sosok ibu yang penuh perjuangan dan pengorbanan.
“Ma Ani itu gambaran seorang ibu yang selalu berjuang untuk anak-anaknya, supaya kelak mereka bisa menjadi lebih baik dari orang tuanya,” ujarnya.
Kisah hidup Ma Ani Soka menjadi pengingat bahwa kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus mampu memberi dampak besar bagi banyak orang. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, Ma Ani membuktikan bahwa berbagi adalah bahasa cinta yang paling sederhana, namun paling kuat.(Sys/ST).

