TTU – Kedekatan dan komunikasi yang terjalin baik antara Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad dengan masyarakat kembali membuahkan hasil positif. Seorang warga Desa Buk, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), secara sukarela menyerahkan tiga pucuk senjata api laras panjang jenis Springfield kepada personel Pos Nino, Senin (22/6/2026).

Penyerahan senjata api tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Selama ini, berbagai kegiatan pembinaan teritorial, komunikasi sosial, hingga pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan personel Satgas dinilai mampu membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan dengan warga.

Komandan Pos (Danpos) Nino, Septia Gandy, mengatakan bahwa penyerahan senjata api secara sukarela merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan.

“Penyerahan senjata api ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah. Ini juga menjadi bukti bahwa hubungan antara Satgas Pamtas dan masyarakat berjalan dengan sangat baik,” ujar Letda Arh. Septia Gandy.

Menurutnya, langkah tersebut memiliki nilai strategis dalam upaya pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan senjata api yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di kawasan perbatasan RI–RDTL.

Selain menjalankan tugas pengamanan perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad juga terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pendekatan humanis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengapresiasi kesadaran warga yang telah menyerahkan senjata api secara sukarela. Ini merupakan langkah positif yang patut dicontoh demi terciptanya wilayah perbatasan yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat komitmen Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad dalam menjaga keamanan negara sekaligus membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat perbatasan.

READ  Siswi di TTS Curhat Dikeluarkan dari Seleksi Paskibraka, Minta Penjelasan Transparan

Satgas juga terus mengimbau warga yang masih menyimpan senjata api maupun amunisi ilegal agar menyerahkannya kepada aparat keamanan. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta sejahtera bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Dengan adanya penyerahan tiga pucuk senjata api tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan bersama semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.(Sys/ST).

Most Popular